5 tahapan penting perkembangan bayi

5 tahapan penting perkembangan bayi
Source: Blogmedia

Hal yang paling membahagiakan bagi seorang wanita yang telah menikah adalah kabar jika dalam
rahim Anda ada janin yang akan berkembang. Kabar kehamilan memang sangat memberikan
dampak luar biasa bagi psikis seorang wanita. Apalagi jika kehamilan untuk pertama kali. Tentu
perpaduan rasa bahagia dengan resah menjadi sensasi yang luar biasa. Waswas karena harus
menunggu 9 bulan 10 hari untuk bisa bertemu dengan buah hati dalam kandungan. Dan pastinya
akan selalu menjadi hal yang ditunggu saat datang jadwal untuk memeriksa tahap perkembangan
bayi yang Anda kandung.
Setelah 9 bulan berlalu, dan bayi dalam kandungan lahir dengan sempurna. Masih ada tugas lain
untuk ibu yakni, merawat si kecil hingga tumbuh dewasa kelak. Usia 0-2 tahun merupakan usia yang
sangat penting dalam tahap perkembangan bayi. Untuk itu, Anda wajib tahu tahap perkembangan
bayi apa saja yang sesuai dengan usianya agar bisa berkembang dan memberikan stimulasi secara
optimal.
Ada 5 tahapan perkembangan bayi yang wajib Anda ketahui , diantaranya :
1. Tengkurap
Tahapan ini biasanya terjadi di saat usai bayi memasuki usia 3-4 bulan. Saat bayi mampu bertumpu
pada perutnya dengan posisi tengkurap dalam beberapa saat. Awal bayi akan bisa tengkurap
biasanya di tandai dengan ia sering memiringkan badannya dan belajar berguling saat memasuki usia
1-2 bulan. Dan pada usia 3-4 bulan bayi akan bisa bertumpu secara sempurna pada perutnya serta
mengangkat kepalanya. Lengan tangan dan kakinya pun bisa bebas bergerak.
2. Mengeluarkan Suara
Pada usia 4-5 bulan, saat bayi melihat sesuatu yang menarik perhatiannya dan mendapati rasa
senang, biasanya dia akan memekikkan suara bahagia. Pada awal kehidupan bayi, hanya suara yang
mewakili respons tubuh. Di usia yang ke 4-5 bulan, bayo akan mengeluarkan suara dengan tujuan
yang lebih jelas. Selain itu, di usianya saat ini bayi akan sering mengeluarkan suara celoteh.
3. Menggenggam Benda
Tahapan perkembangan bayi berikutnya adalah menggenggam benda dengan kedua tangannya.
Biasanya, hal ini terjadi di usia yang memasuki usia 7-8 bulan. Kedua tangan anak akan semakin kuat
dan terampil dalam menggenggam benda. Untuk menstimulasinya Anda bisa menggunakan mainan
berwarna, gerakkan di depan buah hati. Biarkan ia merespons dan berusaha meraihnya.
4. Duduk
Tahapan penting yang keempat adalah duduk. Bayi akan bisa duduk dengan tegap diusianya yang
memasuki usia 7-8 bulan. Di usia ini bayi akan memiliki otot punggung dan leher yang semakin kuat.
Biasanya ia akan bisa duduk dengan sendiri di usia 6/8 bulan. Tergantung dari kapan ia bisa
tengkurap. Karena tahapan ini merupakan tahapan sesudah bayi bisa tengkurap dan memosisikan
diri untuk mencoba duduk dengan mengandalkan satu tangannya sebagai tumpuan.
5. Merangkak

Merangkak merupakan salah satu cara bayi untuk dapat melakukan eksplorasi terhadap lingkungan
sekitar cara belajar anak dalam merangkak pada anak, membuktikan jika perkembangan syaraf
motorik anak berjalan dengan baik. Selain itu merangkak juga dapa membantu menguatkan otot-
otot pada lengan, punggung dan kaki.
Tahap perkembangan bayi lainnya seperti makan sendiri di usia 8-10 bulan, mengenal anggota
keluarga dan lain sebagainya juga bisa menjadi pedoman bagi Anda dalam menentukan
perkembangan bayi. Sebagai orangtua, wajib menjaga dan memperhatikan perkembangan bayi agar
bisa mendeteksi secara dini jika suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan mengetahui
tahapan perkembangan bayi sesuai dengan usianya dapat membantu Anda untuk mengerti dan
mengenali ciri bayi berkembang kurang normal. Dan bisa segera melakukan konsultasi pada dokter
spesialis anak terpercaya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*