6 Tips Melibatkan Suami Setelah Kelahiran

libatkan suami dalam kelahiran
Source: Agoramedia.com

Ibu-ibu.net – Memiliki bayi adalah anugerah terbesar dan terindah bagi Ibu. Segala pengorbanan pun akan Ibu lakukan demi buah hati tercinta. Namun kenyataannya, beberapa Ibu baru justru mengalami beberapa gangguan psikologis yang sangat mengkhawatirkan. Berbagai macam gangguan psikologis setelah melahirkan terkadang mendera Ibu. Dan hal ini tidak bisa dianggap remeh, karena gangguan ini berisiko memicu tindakan yang dapat mencelakai anak atau Ibu sendiri. Beberapa jenis gangguan psikologis setelah kelahiran antara lain:

1. Sindrom baby blues

Sindrom ini berupa reaksi setelah melahirkan. Gejalanya seperti gampang menangis, gelisah, hingga sulit tidur. Ibu yang mengalami baby blues juga dapat mengalami perubahan suasanana hati yang cepat. Misalnya dari merasa sangat bahagia lalu tiba-tiba merasa sangat sedih.

2. Depresi Post Partum

Gejalanya sama seperti baby blues, hanya saja berlangsung lebih lama dan lebih berat.

3. Psikosis Post Partum

Pada gangguan psikologis ini bisa berlangsung serius dan cepat. Umumnya dalam rentang waktu tiga bulan setelah kelahiran.

Gangguan-gangguan psikologis di atas jelas sangat mempengaruhi kehidupan satu keluarga. Bahkan tidak mungkin akan mempengaruhi hubungan suami isteri. Jangan sampai hanya karena ketidakmampuan Ibu untuk meminta bantuan Ayah atau karena kurang pekanya Ayah, dapat berujung pada retaknya hubungan rumah tangga.  Untuk itu melibatkan suami dalam kelahiran sangat penting dalam membantu proses pemulihan fisik dan psikis Ibu paska melahirkan.

Ibu baru juga membutuhkan waktu istirahat yang cukup, serta pengelolaan stres yang baik agar dapat mengurus dan menyusui bayinya. Simak ulasan selengkapnya mengenai kebutuhan istirahat untuk Ibu di Nutriclub.

Khususnya saat Ibu memberikan ASI, kondisi fisik dan psikis sangat berpengaruh pada kualitas dan kuantitas ASI yang dihasilkan. Semakin nyaman kondisi fisik dan perasaan bahagia akan memberikan hasil  ASI yang luar biasa pula.

Peran aktif Ayah dalam memberikan perhatian, support, dan bantuan sekecil apapun itu akan sangat membantu mengatasi mood Ibu. Tentu hal ini tidak akan menjadi masalah bagi suami yang memang memiliki perhatian dan pengertian kepada pasangan. Akan tetapi, tidak semua wanita memiliki pasangan yang seperti ini bukan? Dan untuk mengatasi hal tersebut, berikut beberapa tips yang dapat Ibu lakukan agar dapat melibatkan suami dalam kelahiran:

  1. Beri pengertian dari awal mula kehamilan kepada Ayah, jika Ibu sangat membutuhkan support dan perhatiannya.
  2. Rajin-rajinlah menghadiri berbagai macam seminar atau konseling tentang kegiatan prenatal bersama, atau Ibu bisa memberikan bacaan-bacaan (artikel) tentang kehamilan dan kelahiran.
  3. Luangkan waktu untuk berdiskusi tentang apa yang dapat dilakukan oleh pasangan suami-istri setelah proses kelahiran.
  4. Ajaklah Ayah untuk mengikuti kursus atau pelatihan cara mengurus bayi.
  5. Rajin mengajak Ayah untuk berkomunikasi dengan calon bayi. Karena biasanya kegiatan seperti ini akan memperkuat ikatan pasangan dengan bayi. Instink kebapakan akan semakin kuat.
  6. Beri kepercayaan Ayah, jika ia pasti bisa melakukannya. Mengurus buah hati bersama akan lebih  menambah kepercayaan diri Ayah.

Jadi, sebenarnya tidaklah sulit melibatkan suami dalam kelahiran dan merawat sang buah hati.  Karena tugas untuk mengurus buah hati bukan serta merta hanya menjadi tugas sang Ibu. Semua bisa memainkan peranan kecil demi menciptakan kondisi yang nyaman untuk Ibu dan si buah hati. Karena Ibu yang bahagia akan melahirkan anak yang sehat dan akan dapat mengurus bayinya dengan bahagia pula.

1 Trackback / Pingback

  1. Mengatasi Depresi Pasca Melahirkan, Ibu Perlu Tahu! | BeritaCampur.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*