Apa Saja Yang Terjadi di Fase Perkembangan Balita Usia 15 Bulan

Perkembangan Balita

Tidak terasa bayi yang dulu Ibu lahirkan akhirnya berusia lebih dari satu tahun. Tentu sangat membanggakan sekali ya, Bu? Apakah Ibu selalu memantau perkembangan pada balita ibu? Perubahan apa saja yang terjadi pada usia anak 15 bulan ini?

Ada banyak hal yang harus Ibu ketahui dalam pertumbuhan dan perkmbangan anak usia 15 bulan. Bukan hanya dari segi pertumbuhan fisik saja, tapi perkembangan motorik anak, emosi, sosial, juga telah semakin mempengaruhi balita Ibu.

Perkembangan Fisik

Pada usia 15 bulan ini, balita Ibu benar-benar aktif. Ibu harus memiliki tenaga yang ekstra untuk mendampingi buah hati Ibu yang selalu ingin bergerak lincah. Bisa saja Ibu akan mendapatinya menuruni ranjang tanpa perlu bantuan sama sekali dari Ibu.

Dalam usia 15 bulan ini juga pada umumnya anak sudah mampu untuk berjalan. Dia akan kesana-kemari dan akan membuat Anda merasa lelah dengan tingkahnya. Pegang terus tangannya ketika Anda membawanya ke tempat umum. Karena kelincahannya dia kerap menolak ketika Anda hendak menuntunnya.

Pada usia ini juga, rasa penasarannya begitu tinggi. Dia akan mencari tahu tanpa perduli bahwa dia telah membuat susunan Ibu menjadi acak-acakan. Dia gemar bermain. Selain itu, Ibu harus rela mengikhlaskan dinding rumah Ibu yang bersih akan dipenuhi coret-coretan tidak karuan. Biarkan dia berkreasi untuk melatih motoriknya.

Ibu jangan kaget ketika pada usia 15 bulan balita Ibu akan mencoba untuk makan sendiri dengan peralatan makan seperti sendok. Kaeena dia sudah mampu untuk menggenggam barang dan memasukannya ke mulutnya.

Perkembangan Kognitif

Saat memantau perkembangan balita, Ibu akan mendapati bayi Ibu sudah mulai bisa menyebutkan nama-nama barang atau binatang di sekitarnya. Walaupun masih belum jelas, namun dia sudah faham dengan perbedaan semua benda tersebut.

Balita Ibu juga akan meminta perhatian yang ekstra kepada Ibu. Dia tidak suka jika diabaikan. Akan selalu ada cara yang dibuatnya untuk menarik perhatian Ibu. Dia pun juga mengerti bagaimana cara untuk mengajaknya bermain. Misalkan membawa mobilannya ketika mendekati Ibu san sebagainya.

Balita Ibu juga sudah bisa mengenal lingkungan sekitarnya. Dia pun dapat membedakan tekstur suatu benda dan bisa merasa jijik jika tubuhnya terkena cairan kental yang lengket. Dia pun juga sudah faham akan benda-benda yang memiliki tekstur pada dan keras, sehingga lebih sering untuk dipukjl-pukulkannya ke lantai dan dinding.

Perkembangan sosial dan emosi

Jika memantau usia 15 bulan ini, perkembangan pada balita terhadap sosial dan emosinya cukup berkembang. Bisa saja Ibu melihat dia semakin manja dan selalu ingin bersama Ibu. Menangis atau berteriak ketika bertemu orang asing, bahkan akan mengamuk ketika ada orang yang baru dikenalnya berusaha untuk menggendongnya.

Balita Ibu sudah bisa membedakan mana orang lain dan mana Ibu atau Ayah. Bagi dia rasa aman di dapat dari orang-orang yang sudah begitu familiar dilihatnya. Bisa jadi juga, hanya Ibu yang selalu diinginkannya. Karena Ibu adalah kenyamanan baginya. Pada saat ini, Ibu baginya bukan hanya pelindung, pemberi rasa aman, tetapi juga sebagai teman bermain dan bernyanyi.

Emosi usia anak 15 bulan juga masih memiliki keterbatasan pengendalian. Bisa saja cara dia meminta perhatian, ketika Ibu mengabaikannya dan malah asik sendiri, dia akan mengamuk sejadi-jadinya. Menangis dan merengek, juga menjadi cara agar keinginannya dipenuhi. Namun, dia juga mengerti ekspresi bahagia dan bangga, maka jangan sungkan untuk memberikan pujian jika dia melakukan sesuatu yang benar.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*