Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak: Waspada Sifat Pemarah

deteksi dini tumbuh kembang anak
Sumber: Pexels.com

Apakah anak Anda cenderung marah-marah ketika kebutuhan makan atau kebutuhan tidurnya tidak terpenuhi? Jika iya, maka waspadalah. Sifat pemarah pada anak bisa menjadi penghambat bagi anak untuk membentuk interaksi sosial yang baik dan sehat. Deteksi dini tumbuh kembang anak bisa membuat Anda mengetahui apakah anak memiliki kecenderungan untuk menjadi pemarah atau tidak. Semakin dini Anda memahami sifat buruk anak, maka lebih cepat Anda bisa menanganinya.

Seiring perkembangan anak, mereka seharusnya belajar beragam cara untuk mengungkapkan ketidakpuasan, kemarahan, atau keresahan mereka tentang suatu hal. Kebanyakan anak mampu melakukan hal tersebut, namun ada sebagian anak yang hanya bisa mengungkapkan perasaanya dengan cara merajuk. Bukan hal yang aneh jika ada anak-anak yang terus bersikap seperti itu hingga mereka memasuki usia sekolah bahkan lebih.

Perlu diingat bahwa perilaku yang terus dipertahankan oleh anak biasanya adalah perilaku yang mereka anggap mampu memenuhi kebutuhan mereka. Dan sebelum anak mampu mempelajari cara lain yang lebih efektif untuk memenuhi kebutuhannya, mereka akan terus mempertahankan sikap itu. Maka dari itu, melakukan deteksi dini tumbuh kembang si buah hati penting untuk mengetahui adanya sikap-sikap buruk pada anak dan mengatasinya sebelum terbawa hingga dewasa.

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sifat pemarah pada Anak. Menyalahkan anak bukanlah salah satunya. Alih-alih, cobalah hal-hal berikut:

Pahami Kebutuhan Anak dengan Baik

Ketika Anda melakukan deteksi dini tumbuh kembang si buah hati, selain mengamati sifat pemarah yang muncul, coba perhatikan pula penyebabnya. Seringkali, penyebab kemarahan anak adalah kegagalan komunikasi antara dia dengan anak. Kemampuan komunikasi yang masih terbatas membuat orang tua seringkali tidak mampu menangkap dengan baik apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh anak. Hal tersebut membuat anak frustrasi hingga akhirnya marah-marah. Apalagi jika anak mengalami keterlambatan bicara.

Bangun koneksi yang kuat antara Anda dan anak melalui interaksi-interaksi yang cukup baik secara kualitas maupun kuantitas. Dengan demikian, Anda akan lebih mudah untuk mengerti apa yang ada di dalam pikiran si buah hati meski ia belum mampu mengutarakannya dengan jelas.

Jangan Balas dengan Kemarahan

Menghadapi anak yang rewel tentunya berat, tetapi usahakan untuk tetap tenang. Jangan sampai Anda menghadapi anak dengan rasa marah yang sama. Hal itu tidak akan membantu menyelesaikan masalah, malah membuatnya menjadi makin parah.

Setiap kali anak mulai marah-marah atau merajuk, ada baiknya Anda mundur sejenak sebelum bereaksi. Tarik napas dalam-dalam, buat pikiran rileks. Setelah itu barulah Anda coba tangani anak dengan tenang dan tidak emosional.

Cara ini juga berguna sebagai contoh bagi anak bahwa marah-marah bukanlah cara yang baik untuk menyelesaikan konflik. Sebuah pelajaran yang baik untuk mengembangkan skill sosialisasi anak.

Sediakan Waktu Keluhan

Sediakan waktu sepuluh menit setiap hari untuk mendengarkan keluhan anak. Pada “Waktu Keluhan” itu, anak bisa menyampaikan hal-hal yang mengganggu mereka atau membuatnya tidak nyaman selama seharian. Anak tidak diperbolehkan untuk mengeluh di luar waktu yang telah ditentukan. Setiap kali anak merengek, beri tahulah bahwa mereka bisa merengek sepuasnya di “Waktu Keluhan” nanti.

Dengan cara ini, anak akan memiliki kesempatan untuk mengungkapkan isi pikirannya. Sebagai respon, Anda bisa mencarikan solusi bagi keluhan-keluhan mereka tanpa perlu menunggu anak marah karena frustrasi.

Alihkan Perhatiannya dengan Hal yang Menyenangkan

Ketika anak mulai merajuk, coba alihkan perhatian mereka dengan hal yang menyenangkan. Misalnya melakukan gerakan-gerakan dan suara-suara lucu. Jika cuaca sedang cerah, Anda bisa memenuhi bak mandi, kemudian mengajak si buah hati untuk berendam sambil bermain dengan mainan kesukaannya selama beberapa menit. Biasanya hal itu cukup untuk meredam kemarahan anak.

Beri Anak Pelukan Hangat

Pada dasarnya ada kalanya semua orang mengalami mood yang jelek dari waktu ke waktu. Dan terkadang tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menghindari hal itu. Demikian juga dengan anak-anak. Ketika cara-cara lain tidak berhasil untuk meredakan kemarahannya, cukup beri mereka pelukan hangat. Yakinkan mereka bahwa Anda mencintai mereka. Pada akhirnya, mereka akan kembali seperti biasa.

Deteksi dini tumbuh kembang anak penting dilakukan orang tua untuk menghindari berkembangnya sikap-sikap yang kurang baik pada anak. Salah satunya adalah sifat pemarah. Untuk mengatasinya, selain melakukan lima hal di atas, penting untuk membangun lingkungan yang memungkinkan anak untuk bebas mengungkapkan perasaan mereka. Ayah dan Ibu harus bersepakat mengenai pola asuh yang akan diterapkan. Perbedaan pendapat dalam pengasuhan bisa menjadi salah satu penyebab anak terbiasa merajuk untuk mendapatkan sesuatu.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*