Inilah Ciri-ciri Anak Alergi Susu Sapi Yang Perlu Anda Tahu

alergi susu sapi
Sumber: NPR.org

Ibu-ibu.net – Salah satu impian seorang Ibu setelah melahirkan adalah mampu memberi ASI eksklusif pada bayi. Namun pada kenyataannya tak semua Ibu mampu memberi ASI pada bayi. Kegagalan pemberian ASI bisa disebabkan banyak hal, misalnya karena produksi ASI sedikit atau Ibu terpaksa meninggalkan bayi untuk bekerja. ASI memang telah mencukupi kebutuhan nutrisi bayi, namun pada beberapa kasus memang dibutuhkan tambahan susu sapi. Selain itu setelah usia dua tahun, anak juga memerlukan banyak kalsium, protein, dan zat gizi lain yang terkandung pada susu sapi untuk mendukung proses pertumbuhan. Tetapi bagaimana jika anak Ibu menunjukkan gejala alergi susu sapi?

Jika Ibu memberikan susu sapi pada anak kemudian ia mengalami kemerahan atau gatal-gatal, mungkin saja ia memiliki alergi terhadap susu sapi. Hal ini terjadi akibat sistem kekebalan tubuh bayi atau anak yang bereaksi dengan protein yang ada di dalam susu sapi. Sebagian besar bayi yang mengalami alergi susu sapi, biasanya bisa mengatasi hal tersebut setelah mereka melewati usia 4 tahun, dan hanya sedikit yang alerginya bertahan hingga dewasa. Ibu tak perlu risau, anak Ibu tetap bisa mendapatkan manfaat susu sapi dengan menambahkan yogurt, keju, brokoli, atau makanan yang diperkaya kalsium ke dalam makanannya. Selain itu, Ibu juga bisa mengganti susu sapi dengan susu soya.

Alergi susu sapi berbeda dengan intoleransi laktosa. Pada kasus intoleransi laktosa tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh, sedangkan alergi susu sapi justru terjadi akibat adanya reaksi sistem kekebalan tubuh anak dengan protein yang terkandung di dalam susu sapi. Jenis protein dalam susu sapi yang paling sering menyebabkan alergi adalah whey dan kasein. Anak Ibu yang mengalami alergi bisa saja alergi terhadap salah satu atau kedua protein tersebut. Reaksi yang muncul biasanya terjadi dalam hitungan menit atau jam setelah mengonsumsi susu. Anak bisa saja alergi terhadap susu apapun, karena dalam berbagai susu terdapat protein di dalamnya, namun yang paling sering terjadi adalah alergi yang disebabkan oleh susu sapi.

Gejala yang muncul akibat alergi susu  bisa terjadi dalam beberapa tingkat keparahan, tergantung dengan masing-masing anak. Namun biasanya gejala yang langsung muncul sesaat setelah anak meminum susu adalah muntah, mengeluarkan suara ‘ngik’, timbul rasa gatal disertai bengkak dan kemerahan. Sedangkan berikut adalah gejala dan tanda yang mungkin muncul beberapa jam setelah anak mengonsumsi susu, yaitu:

  • Mencret dan mungkin mengandung darah
  • Diare
  • Kram pada perut
  • Batuk
  • Flu
  • Mata berair
  • Kulit menjadi ruam dan gatal, sering terjadi di daerah sekitar mulut
  • Kolik atau nyeri pada perut

Bila gejala yang muncul sangat parah, maka anak dapat mengalami anafilaksis, yaitu keadaaan di mana anak susah untuk bernapas akibat respon alergi yang terjadi menyumbat dan menghalangi saluran pernapasan. Anafilaksis adalah kejadian yang sangat gawat dan dibutuhkan penanganan khusus seperti menyuntikkan obat epinefrin ke anak.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, alergi terjadi akibat reaksi terhadap sistem kekebalan tubuh. Ketika bayi mengonsumsi susu yang menyebabkan alergi, maka sistem kekebalan tubuhnya akan menandai atau menanggapi protein yang masuk ke dalam tubuh sebagai zat yang berbahaya.Alergi susu sapi tentunya dapat dihindari dengan tidak mengonsumsi susu sapi. Anak tetap akan tumbuh dengan sehat walaupun tidak mengonsumsi susu sapi jika Ibu memberikan makanan yang memiliki nutrisi tepat bagi anak penderita alergi susu sapi. Jadi mulai sekarang Ibu tak perlu risau karena alergi susu sapi tak akan menghambat tumbuh kembang anak.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*