Kapan Anda perlu Menggunakan Pompa ASI Elektrik?

pompa asi elektrik
Source: Verywell.com

Ibu-ibu.net – Kesadaran para Ibu akan besarnya peran penting ASI bagi tumbuh kembang buah hati telah semakin meningkat. Namun, sayangnya tidak semua Ibu memiliki keleluasaan untuk dapat selalu menyusui bayinya secara langsung. Memerah susu dengan menggunakan pompa ASI elektrik pun akhirnya menjadi salah satu jalan keluar terbaik.

Tidak ada ketentuan yang pasti mengenai kapan seorang ibu disarankan untuk mulai memerah ASI. Tetapi, jika Anda adalah seorang Ibu bekerja yang sudah dipastikan bakal membutuhkan persediaan ASI yang cukup begitu kembali ke kantor, maka ada baiknya Anda bersiap-siap dari awal. Anda mungkin akan membutuhkan latihan sebelum bisa memerah ASI dengan jumlah yang maksimal. Jangan lupa untuk juga mencari tahu tentang panduan memerah ASI yang benar.

Anda sudah bisa memerah susu dengan tangan secara manual begitu bayi dilahirkan. Susu yang dihasilkan selama tiga hingga lima hari pertama mengandung nutrisi-nutrisi dan antibodi penting. Susu yang dihasilkan setelah hari kelima bisa tahan disimpan untuk digunakan kemudian.

Setelah jumlah susu yang dihasilkan dengan manual mengalami peningkatan, Anda bisa mulai beralih menggunakan pompa. Ada beberapa pilihan pompa ASI, yaitu pompa ASI manual dan pompa ASI bertenaga listrik. Tentu, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Pada percobaan-percobaan pertama, jumlah ASI yang Anda hasilkan menggunakan pompa mungkin hanya sedikit. Tapi, jangan menyerah! Seperti halnya menyusui, memerah susu juga perlu terus dilatih. Selanjutnya, meski Anda telah terbiasa menggunakan pompa ASI listrik untuk memerah susu, jangan lupa untuk sesekali memerah dengan menggunakan tangan, dan beri payudara Anda pijatan-pijatan. Kombinasi ketiganya akan membuat produksi ASI menjadi semakin meningkat.

Anda tidak perlu membuat jadwal khusus untuk memerah ASI. Secara umum, bisanya Anda akan perlu memerah sekitar delapan hingga sepuluh kali sehari. Selalu perhatikan tanda-tanda yang diperlihatkan payudara Anda, dan perahlah ketika terasa penuh atau tidak nyaman. Seberapa sering Anda perlu memerah bergantung pada kebutuhan Anda dan buah hati. Jika pekerjaan Anda mengharuskan untuk meninggalkan bayi di rumah dalam waktu yang lama setiap harinya, Anda mungkin perlu memerah bebrapa kali sehari untuk mengosongkan payudara dan menjada produksi ASI.

Selama Anda memiliki suplai ASI yang cukup, payudara Anda akan memberikan sinyal kapan ia perlu diperah. Meski demikian, jika suplai ASI Anda rendah, disarankan untuk memompa lebih sering sebagai usaha untuk merangsang peningkatan produksi ASI sebelum Anda pulang kerja. Selama di rumah, ketika bayi sedang menyusu pada salah satu payudara, gunakan pompa ASI pada payudara Anda yang lainnya. Bayi yang sedang menyusu bisa membantu meningkatkan produksi ASI.

Setiap Ibu mempunyai situasi yang berbeda-beda. Sebagian Ibu mungkin lebih banyak menyusui secara langsung ketimbang harus memerah susu. Tetapi ada juga sebagian Ibu yang karena alasan-alasan tertentu lebih banyak memberikan ASI dengan menggunakan metode perah.

Berikut beberapa tips tentang penggunaan pompa ASI listrik bagi para Ibu.

Jika Anda lebih dominan menyusui:

  • Perahlah payudara Anda di pagi hari. Banyak Ibu yang menghasilkan ASI paling banyak di pagi hari.
  • Perahlah payudara Anda di sela-sela jadwal menyusui, sekitar 30 hingga 60 menit setelah atau satu jam sebelum menyusui. Dengan cara ini, kecukupan persediaan ASI untuk jadwal menyusui berikutnya akan tetap terjaga.
  • Jika bayi ingin menyusu padahal Anda baru saja menggunakan pompa ASI, biarkanlah mereka menyusu. Sebagian bayi memiliki kesabaran yang cukup dan tidak akan mengeluh ketika mereka harus menyusu lebih lama untuk memuaskan kebutuhannya.

Jika Anda dominan memompa ASI:

  • Rencanakan untuk memompa 8 hingga 10 kali dalam periode dua puluh empat jam. Produksi Asi maksimal biasanya berkisar antara 750 hingga 1035 ml per dua puluh empat jam.
  • Begitu Anda mencapai produksi ASI penuh, pertahankan jadwal yang bisa menjada produksi ASI di angka 750-1035 ml per hari.
  • Setiap Ibu dan bayi tentu berbeda-beda, sesuaikan jadwal Anda sehingga bisa memberikan hasil maksimal bagi Anda dan buah hati.

Perlu diingat bahwa pompa ASI elektrik meski telah menggunakan tenaga mesin tetap tidak lebih efisien daripada bayi. Banyak di antara para Ibu yang mengeluhkan bahwa produksi ASI mereka menurun setelah kembali bekerja. Oleh karena itu, selalu sempatkanlah untuk menyusui bayi secara langsung. Selain meningkatkan produksi ASI, Anda juga akan kembali terhubung secara emosional dengan sang buah hati.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*