Keputihan Saat Hamil, Apa Penyebab dan Obatnya?

keputihan saat hamil
Source: madubima99

Ibu-ibu.net – Saat Anda hamil maka tubuh akan mengalami banyak perubahan, baik secara fisiologis maupun psikologis. Perubahan secara fisiologis ini salah satunya dapat menyebabkan terjadinya peningkatan keputihan saat hamil. Frekuensi peningkatan keputihan saat hamil ini terjadi karena adanya lonjakkan kadar hormon estrogen dan meningkatnya aliran darah ke vagina. Keputihan sendiri merupakan cairan tambahan yang keluar dari leher rahim berupa sisa buangan dari rahim dan vagina, bakteri normal dari vagina, dan sel-sel mati dari dinding vagina. Cairan ini berfungsi untuk mencegah infeksi ke rahim dan menjaga vagina tetap bersih.

Meningkatnya keputihan saat hamil adalah kondisi yang normal. Namun apakah kondisi ini akan terus berjalan normal atau akankah berubah menjadi membahayakan? Lalu bagaimana cara mencegah atau menyembuhkan keputihan saat hamil? Mari kita simak ulasan berikut untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Jika keputihan pada keadaan normal (fisiologis) maka cairan yang dikeluarkan cenderung jernih juga tak berbau dan tidak menimbulkan rasa gatal. Namun keputihan juga ada yang bersifat patologis (tidak normal). Keputihan patologis ini terjadi apabila cairan yang dikeluarkan oleh area kewanitaan menimbulkan bau amis, rasa gatal pada area kewanitaan, akan terasa nyeri juga saat membuang air kecil, cairan berwarna kehijauan, dan vagina berwarna kemerahan. Jika hal itu terjadi sebaiknya Anda lebih berhati-hati.

Keputihan patologis ini dapat terjadi karena suatu infeksi; 1) Vaginosis bekteri, terjadi ketika perubahan hormon mengakibatkan pertumbuhan bakteri berlebih pada vagina. 2) Infeksi jamur, terjadi akibat peningkatan hormon estrogen dan progesteron yang berimbas pertumbuhan berlebihan Candida sp (jamur yang tumbuh alami pada vagina). 3) Trikomoniasis, terjadi akibat dari parasite yang ditularkan melalui hubungan seksual.

Keputihan patologis apabila dibiarkan secara terus menerus dikhawatirkan akan membahayakan kehamilan Anda. Keputihan tersebut dapat mengakibatkan persalinan secara prematur. Hal tersebut dapat terjadi jika usia kandungan mencapai 37 minggu, tapi terdapat perubahan bentuk dan warna cairan yang keluar dari vagina misalnya cairan yang keluar lebih cair, berdarah, berubah warna menjadi cokelat atau merah muda. Selain itu, keputihan saat hamil juga dapat mengakibatkan ketuban pecah sebelum waktunya. Sehingga jika Anda mengalami kondisi-kondisi di atas, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter kandungan Anda dan jangan sekali-kali menggunakan obat yang dijual bebas.

Agar keputihan saat hamil tetap normal dan tidak bersifat patologis maka berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan:

  1. Menghindari pemakaian air yang kotor ketika membasuh area kewanitaan, terutama ketika Anda menggunakan toilet umum.
  2. Gunakan pakaian dalam yang berbahan dasar katun, hindari pemakaian celana dalam yang berbahan dasar sintetis dan juga celana yang ketat untuk mencegah tumbuhnya bakteri.
  3. Konsumsilah cukup air mineral untuk mengeluarkan racun dan bakteri dari tubuh.
  4. Hindari terlalu sering memakai panty liner. Panty linerdapat membuat area kewanitaan lembab.
  5. Segera mengganti pakaian dalam anda ketika terasa sangat lembab.
  6. Bersihkan area kewanitaan Anda dengan benar ketika selesai buang air kecil atau besar. Hal ini bisa membantu anda mengurangi resiko terkena kontaminasi mikroorganisme.
  7. Kurangi memakan makanan yang manis dan mengandung banyak kafein.
  8. Konsumsilah obat keputihan yang diresepkan oleh dokter kandungan.
  9. Usai mandi pastikan area kewanitaan benar-benar kering. Anda dapat menggunakan handuk bersih untuk mengeringkannya dan ada baiknya tidak menggunakan tisu dengan aroma wewangian.
  10. Hindari menggunakan sabun pembersih area kewanitaan.
  11. Konsumsilah karbohidrat kompleks dan biji-bijian utuh untuk mencegah terbentuknya lingkungan yang mendukung bakteri untuk tumbuh.

Jika keputihan masih bersifat norma, maka tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Namun jika sudah bersifat patologis, Anda harus mengunjungi dokter kandungan.

1 Trackback / Pingback

  1. Kenali Faktor Penyebab Keputihan Saat Hamil Berikut Ini - Ibu-Indonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*