Mempercepat Proses Kelahiran Dengan Induksi Persalinan

induksi persalinan
Source: http://babyhintsandtips.com

Ibu-ibu.net – Proses persalinan tidak selalu berjalan lancar, dalam beberapa kejadian proses persalinan ini membutuhkan bantuan dari luar untuk mempercepat proses persalinan. Beberapa cara yang dilakukan untuk mempercepat proses kelahiran adalah induksi, penggunaan alat penjepit ataupun vakuum. Namun selama ini, proses yang dinilai cukup aman adalah induksi karena tidak menggunakan alat lain dari luar yang bisa saja mengontaminasi bayi.

Induksi untuk mempercepat kelahiran adalah upaya stimulasi dari luar setelah tidak adanya tanda-tanda kelahiran. Kemudian dokter akan menginduksi Ibu dengan cairan yang membuat mulas atau dalam bahasa lain dikenal dengan sebutan his. Induksi dilakukan untuk mempercepat kelahiran agar kedua pihak, Ibu dan Bayi selamat. Sebab apabila proses kelahiran terlalu lama, Bayi dapat terjebak di dalam dan menyebabkan kematian. Begitu pula bila proses persalinan terlalu lama, Ibu akan kehilangan energi untuk mengeluarkan bayinya secara normal.

Dalam teknik melakukan induksi, diketahui dua jenis induksi. Yang pertama adalah induksi kimia dan induksi mekanik. Kedua cara ini bertujuan mengeluarkan hormon prostaglandin yang berfungsi sebagai zat penyebab otot rahim berkontraksi. Secara kimia, dokter akan memberikan obat-obatan khusus yang cara memasukkannya ke dalam tubuh bermacam-macam. Ada yang diminumkan, dimasukkan ke dalam vagina maupun dimasukkan melalui infus. Sedangkan secara mekanik, biasanya ada beberapa cara yaitu penggunaan metode stripping, pemasangan balon keteter di mulut rahim serta memecah ketuban saat proses persalinan. Semua proses induksi diambil untuk mempercepat kelahiran dan menyelamatkan hidup si Ibu dan si bayi. Biasanya tidak lama setelah proses induksi, Ibu akan merasakan kontraksi dan dengan melalui cara inilah bayi dapat dikeluarkan dari dalam rahim.

Walaupun induksi dapat mempercepat kelahiran, induksi hanya dilakukan pada kondisi-kondisi khusus. Misalnya, Ibu memiliki menyakit hipertensi sehingga begitu kontraksi dan bukaan jalan lahir sudah nampak, Ibu harus segera diinduksi untuk menghindari tekanan darah yang naik terlalu tinggi ketika Ibu mengejan. Selain dalam kondisi Ibu yang kurang memungkinkan untuk melakukan persalinan, induksi untuk mempercepat kelahiran harus dilakukan pada Ibu yang telah melewati masa kehamilannya. Ini umumnya terjadi bila usia kandungan sudah mencapai 40 minggu tetapi Ibu belum merasakan adanya kontraksi-kontraksi yang menandakan bayi akan segera lahir dari rahim. Apabila induksi tidak segera dilakukan hal ini akan berbahaya karena bayi dapat meninggal di dalam kandungan. Kondisi lain dari Ibu yang memerlukan induksi untuk mempercepat kelahiran adalah apabila didapati selaput ketuban telah pecah namun bayi belum berkontraksi. Selaput ketuban yang telah pecah ini berisiko menyebabkan infeksi baik pada ibu maupun bayi. Sebaiknya setelah didapati selaput ketuban yang pecah walaupun bayi belum berkontraksi, induksi segera dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam.

Selain memerhatikan kondisi Ibu, kondisi bayi yang memerlukan induksi perlu diperhatikan. Bayi yang misalnya memiliki sedikit air ketuban di dalam kandungan sebaiknya segera diinduksi untuk mencegah air ketuban tersebut habis. Contoh kondisi lain ketika kandungan perlu diinduksi adalah ketika Ibu merasakan pergerakan bayinya kurang aktif. Beberapa kasus dalam dunia nyata adalah bayi yang sama sekali tidak memberikan respon dari dalam kandungan meskipun dia baik-baik saja. Pada saat inilah dokter sebaiknya melakukan induksi pada Ibu agar bayi dapat tetap lahir dalam kondisi selamat dan tidak meninggal di dalam kandungan.

Mengingat hal-hal di atas, sebaiknya perhatikan kondisi Ibu dan Janin sebelum melahirkan. Apabila melihat kondisi Ibu sudah tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal dan Ibu tidak berkenan untuk operasi, maka tindakan induksi dapat menjadi alternatif mempercepat kelahiran bayi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*