Tips Mengatasi Kolik pada Bayi

mengatasi kolik
Source: Pinterest.com

Ibu-ibu.net – Jika bayi Ibu sering menangis lama pada waktu-waktu tertentu di setiap harinya, waspadalah, kemungkinan bayi Ibu terkena kolik. Apa sih sebenarnya kolik itu? Kolik adalah sebuah kondisi di mana bayi akan terus menangis secara berlebihan tanpa diketahui sebab yang pasti. Bayi yang kolik sekilas akan terlihat sehat dan baik-baik saja. Umumnya bayi akan mengalami kolik dari minggu-minggu awal kehidupan hingga berusia sekitar 4-5 bulan. Bayi akan menangis selama beberapa jam secara terus menerus dan biasanya terjadi di waktu sore menjelang malam. Karena bayi yang kolik tidak menunjukkan gejala gangguan kesehatan yang jelas, para Ibu seringnya kebingungan untuk mengatasi kolik.

Bayi yang mengalami kolik akan menangis dengan instensitas yang sering dan lama hampir setiap harinya dan itu bisa berlangsung sampai tiga minggu bahkan lebih. Pada dasarnya kondisi kolik ini tidak berbahaya dan berakibat buruk karena masih terbilang normal. Bayi Ibu dapat diidentifikasi mengalami kolik jika saat bayi menangis wajahnya terlihat memerah, posisi bayi seperti melengkungkan punggung dan menarik lututnya ke arah perut. Sementara kondisi tangan mengepal erat.

Jika beberapa gejala di bawah ini terjadi pada bayi Ibu, maka segeralah ke dokter karena sudah saatnya Ibu mengatasi kolik berlebihan ini :

  1. Saat menangis, nada tangisannya melengking dan tinggi
  2. Demam tinggi hingga mencapai 38-39 0  celsius
  3. Kurang minum sehingga urin yang dihasilkan pun sedikit
  4. Beberapa bagian tubuh, kulitnya membiru atau pucat dan terdapat ruam ungu kemerahan
  5. Ketika digendong, tubuh bayi lemas dan terkulai
  6. Sulit bernapas
  7. Mengeluarkan cairan berwarna hijau ketika muntah
  8. Mulai kejang

Hingga saat ini, penyebabkan kolik pada bayi belum bisa terdeteksi secara jelas. Akan tetapi, ada beberapa dugaan yang diungkapkan para ahli yaitu kemungkinan intoleransi terhadap protein ataupun gula pada produk susu formula, gejala masuk angin hingga masalah pencernaan lainnya. Belum ada penelitian dan data jelas yang mampu memastikan hal itu. Namun beberapa hal di bawah ini bisa menjadi pertimbangan dan perhatian kita semua :

  • Intoleransi laktosa

Ibu bisa menghentikan pemberian susu sapi kepada bayi karena kemungkinan intoleransi laktosa  bayi yang menyebabkan kolik itu ada. Ibu bisa memberikan susu yang berlaber hipoalergenik  dengan kadar protein cukup rendah. Untuk bayi berusia di bawah 6 bulan, konsumsi susu mengandung protein dari soya sangat tidak dianjurkan. Hal ini dikarenakan hormon pada soya dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan seksual bayi di masa yang akan datang. Jika setelah seminggu tidak menunjukkan hasil, maka Ibu bisa memberikan susu sapi kembali kepada bayi Ibu.

  • Hentikan konsumsi produk susu

Untuk Ibu yang menyusui, jika saat menyusui bayi, Ibu juga mengonsumsi susu maka bisa dihentikan untuk sementara. Kemungkinan produk susu yang Ibu konsumsilah pemicu kolik yang terjadi pada bayi. Ibu bisa mengganti sementara asupan kalsium melalui suplemen makanan.

 

Karena penyebab dari kolik sendiri belum dapat dipastikan, cara mengatasi kolik pun bisa bervariasi. Berikut hal-hal dasar yang bisa dilakukan Ibu untuk mengatasi kolik yang dialami oleh bayi Ibu :

  • Dekap bayi dalam gendongan Ibu saat dia menangis
  • Pakailah kain panjang atau selimut untuk menggendong bayi
  • Bawalah bayi ke tempat yang tenang, adem dan dengan pencahayaan yang minimalis
  • Memandikan sang bayi dengan air hangat
  • Saat menggendong, Ibu bisa sedikit bersenandung untuk memberikan rasa taenang dan nyaman pada bayi
  • Dilarang mengguncang tubuh bayi saat sedang menangis kencang

Untuk obat-obatan sendiri, biasanya digunakan sejenis simetikon yang berfungsi mengeluarkan gas dalam perut. Tapi tentu saja, penggunaan obat ini harus melalui rekomendasi dokter.

Satu hal yang wajib Ibu ingat saat mengatasi kolik, bahwa yang terjadi bukan karena kesalahan Ibu dalam merawat sang bayi. Ibu harus tetap tenang karena kondisi bayi pun pasti akan membaik. Semoga bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*