4 Tips Mengatasi Anak Pemalu Ini Akan Sangat Membantu Bunda

deteksi dini tumbuh kembang anak..
Sumber: Youtube.com

Ibu-ibu.net – Memiliki anak yang pemalu sebenarnya bukanlah sesuatu yang patut bunda risaukan. Rasa malu itu bisa jadi sebagai pelindung buah hati bunda atau bisa menjadi sesuatu yang merugikan dirinya. Hal itu tentunya tidak lepas dari penangan apa yang bunda lakukan. Sehingga deteksi dini tumbuh kembang anak perlu dilakukan agar bunda bisa menentukan apakah sikap pemalu buah hati bunda itu berakibat negatif atau masih pada tahap wajar.

Ingat bunda rasa malu adalah sifat kepribadian, bukan sesuatu yang salah. Hanya bunda harus mendeteksi dia malu dalam tahap wajar atau tidak. Caranya sederhana saja, amatilah anak bunda dan tentukan sikapnya. (baca juga: teliti mengamati fase perkembangan anak)

Seorang anak yang memiliki sifat pemalu yang wajar, dia akan membuat kontak mata pada orang lain, sopan, bahagia dengan hidupnya sendiri. Buah hati bunda mungkin hanya pendiam saja, perilaku lainnya masih baik-baik saja. Orang di sekitarnya pun masih merasa nyaman di dekatnya.

Namun, ada juga anak pemalu yang menarik diri dari sekitarnya. Dia menghindari kontak mata dengan orang lain dan memiliki masalah dengan perilaku. Dia juga cenderung menunjukkan sikap antipati jika didekati oleh orang lain.

Jika buah hati bunda menunjukkan sikap yang kurang wajar itu, bunda tidak perlu khawatir. Penangan dan penerimaan adalah cara paling bijaksana yang bisa bunda lakukan. Berikan dia waktu untuk mengatasinya dan berikan selalu dukungan agar interaksi sosialnya berjalan lancar.

Bunda juga bisa mencoba beberapa tips berikut untuk penangan anak yang pemalu, agar tumbuh kembangnya secara sosial tidak terganggu.

  1. Carilah penyebab dia malu

Banyak anak yang menjadi pemalu karena masalah yang dia hadapi. Bunda harus mencari tahu penyebab pemalu pada anak bunda dengan pasti. Tanyakan kepada gurunya bagaimana interaksinya di sekolah, adakah yang membuatnya merasa tidak nyaman dan menjadikannya pemalu. Bunda juga bisa menggali apakah ada masalah keluarga yang dia hadapi ataukah ada trauma besar selama tahap awal hidupnya. Jika bunda sudah menemukan penyebabnya, dan kurang mampu mengatasinya minta bantuanlah pada profesional.

  1. Berempatilah padanya

Empati berbeda dengan simpati ya, bunda. Simpati justru akan membuatnya merasa lebih malu dengan dirinya sendiri. Sedangkan saat menunjukkan empati, bunda bisa membuatnya menjadi manusia yang luar biasa. Bunda bisa mengatakan bahwa dia tidak perlu merasa buruk, dia hebat dan membanggakan. Beritahu juga padanya bahwa dia adalah anak terbaik di dunia untuk bunda.

  1. Temukan kepercayaan dirinya

Sebagian besar anak pemalu kurang memiliki motivasi dan kepercayaan diri yang rendah. Bunda bisa membuatnya percaya bahwa dia tidak perlu berkecil hati dengan dirinya. Tunjukkan hal-hal hebat yang dia miliki. Dorong pula untuk membangun identitasnya. Cari tahu juga aktivitas apa yang paling dia sukai dan berilah kesempatan dia untuk terus berkembang dengan kegiatan itu.

  1. Tanamlah pentingnya berinteraksi

Cara terbaik untuk menangani anak dengan tumbuh kembang pemalu adalah berikan kesempatan untuk berinteraksi dengan anak seusianya. Bunda bisa menunjukkan dan bicaralah bahwa manusia itu tidak bisa terus menutup diri dengan orang lain. Bunda bisa mengundang sepupunya ke rumah dan mintalah anak bunda mengajarinya membuat slime, misalnya, dan pastikan bahwa buah hati bunda bisa membuatnya serta bisa mengajari sepupunya. Dan lakukan hal serupa secara berulang. Hal ini akan membuatnya sedikit demi sedikit membuka diri dan mau berinteraksi.

Intinya bunda, deteksi dini tumbuh kembang anak perlu dilakukan agar anak bunda yang pemalu tidak terus menerus mengembangkan sikapnya itu. Aktivitas sosial dan membangun kepercayaan diri adalah satu kuncinya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*