Ajarkan Kemandirian Anak Semenjak Usia Dini

anak usia dini adalah
Source: tobyandroo.com

Anak usia dini adalah anak yang sedang dalam masa perkembangan, baik secara mental, fisik maupun karakternya. Pada masa ini, otak anak bekerja secara cepat dalam menarik segala informasi yang dilihat, didengar, dirasa ataupun dari pengamatan yang dilakukannya setiap waktu.

Masa ini adalah masa di mana anak usia dini juga sedang gencar-gencarnya meng-eksplore segala sesuatu yang ada di sekitar dan lingkungannya. Ibu dan Ayah wajib mengajarkan dan membimbingnya, agar keahlian gerak serta perkembangan karakternya dapat berkembang menjadi sosok yang baik dan memiliki etika. Banyak kegiatan yang dapat merangsang kelincahan geraknya, seperti halnya berenang, melakukan permainan, mengajak menari, dan sebagainya.

Mengajarkan segala sesuatu kepada anak semenjak usia dini adalah hal yang harus menjadi konsentrasi Ibu. Karena pembentukan karakter dan kemandirian tidak terjadi begitu saja. Keluarga dan lingkungan menjadi penyumbang utama dalam pembentukan tingkah dan pola pemikiran si kecil. Ibu dan Ayah harus menjadi yang pertama dalam menanamkan hal tersebut, agar anak bisa memfilter pengaruh jelek dari lingkungan luar.

Kemandirian tergantung dari pola didik orang tua terhadap anak. Karena kepribadian bawaan setiap anak itu berbeda. Tidak bisa memaksakan pola asuh terhadap anak yang satu dengan yang lain. Namun ada beberapa tips seperti di bawah ini yang bisa menjadi rujukan Ibu dan Ayah dalam menjadikan anak mandiri semenjak usia dini.

  1. Menerapkan Disiplin

Anak usia dini sudah bisa diajarkan untuk disiplin dalam aktivitasnya sehari-hari. Bahkan Ibu sudah mulai bisa mengajarkan padanya semenjak bayi berusia 0 bulan, misalkan dengan mengatur waktu-waktu menyusui. Namun seiring pertumbuhannya, banyak hal yang wajib Ibu ajarkan untuk melatih kemampuan ini, seperti makan tepat waktu dan pada tempatnya. Menaati waktu tidur siang. Meletakan mainan di wadah yang telah disediakan. Mengenakan pakaian sendiri dan masih banyak lagi hal lain. Melatihnya semenjak usia dini adalah langkah yang tepat, karena hal itu akan tertanam hingga dia dewasa nanti.

  1. Jangan menuruti semua keinginannya

Tidak menuruti kemauannya bukan berarti rasa cinta itu kurang dalam diri Ibu dan Ayah. Orantua harus mengajarkan pada anak agar tidak bersikaf manja dan mengandalkan dirinya sendiri. Pilih dengan tepat, mana yang harus disetujui dan mana yang tidak. Jelaskan dengan tepat tanpa rasa marah, kenapa Ibu menolak mengabulkan keinginannya.

  1. Jangan terlalu banyak melarang

Memantau kehidupan buah hati di masa golden years, di mana segala sesuatu yang berada di sekitarnya menjadi objek rasa penasaran tinggi, membuat orang tua sering membuat larangan yang berlebihan. Walaupun Ibu dan Ayah sadar bisa saja terjadi hal yang berrbahaya, namun selalu melarang bukan hal yang tepat. Lebih baik, dampingi dan berikan dia pengarahan akan resiko yang terjadi jika saja kegiatan tersebut dia lakukan.

  1. Menumbuhkan rasa percaya diri

Si kecil akan bersosialisasi dengan lingkungan dan teman-teman di sekitarnya. Bagi dia yang baru pertama kali berada pada situasi yang mengharuskan dia berinteraksi dengan anak seumurannya, akan ada kendala rasa malu dan minder. Usia dini adalah waktu yang tepat untuk membangun rasa percaya diri pada anak, karena kelak hal ini akan sangat berpengaruh pada kehidupannya ketika dewasa.

Usia dini adalah penanaman dasar atas sikap dan nilai-nilai kebaikan. Jangan biarkan si kecil tumbuh tanpa pembimbingan dan kemanjaan yang berlebihan. Sikap mandiri dan bertanggung jawab yang telah diolah semenjak kecil, akan membuat buah hati tumbuh sebagai manusia berbudi pekerti seperti kebanyak orang tua inginkan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*