Ayo Deteksi Alergi Anak Sedini Mungkin

deteksi alergi anak
sumber: getholistichealth.com

Pernahkah Ibu mengalami, saat anak makan atau terpapar sesuatu, tiba-tiba kulit si anak berubah kemerahan dan banyak bintik? Jika ya, kemungkinan besar anak ibu menunjukkan gejala alergi.

Sebenarnya, apa sih alergi itu? Alergi adalah salah satu gangguan sistem immunitas yang paling sering terjadi pada manusia. Saat ini, banyak orang tua yang masih belum memahami reaksi alergi yang terjadi pada anak mereka.

Ada tiga langkah mudah yang bisa Ibu lakukan untuk melakukan deteksi alergi anak sejak dini yaitu kenali, konsultasikan dan kendalikan yang biasa disingkat 3K, yaitu :

1. Deteksi alergi anak lewat riwayat kesehatan kedua orang tua

Alergi pada anak bisa disebabkan oleh faktor keturunan. Oleh karena itu, pengamatan terhadap riwayat kesehatan ibu dan ayah sangat diperlukan. Jika ibu dan ayah sama-sama mempunyai riwayat alergi, maka kemungkinan anak mempunyai resiko alergi cukup tinggi. Hal ini juga berlaku jika salah satu orang tua saja yang mempunyai resiko alergi meski kemungkinannya menjadi lebih kecil. Tetapi jangan salah ya, Bu. Jika kedua orang tua tidak mempunyai riwayat alergi, anak tetap memiliki resiko alergi meski kemungkinannya kecil .

2. Deteksi sejak dalam kandungan

Deteksi alergi anak bahkan bisa dilakukan sejak anak dalam kandungan lho, Ibu. Meski masih harus dilakukan penelitian lebih lanjut, tetapi World Allergy Organization Journal (2009) dalam hasil studinya menerangkan  bahwa paparan terhadap zat alergen tertentu pada ibu hamil dapat memicu respon imun pada janin.

3. Deteksi alergi anak di usia balita

Jika balita ibu mengeluh sakit perut (kolik), memiliki kulit yang terlalu sensitif (sering muncul bintik kemerahan pada area yang tertutup popok, sekitar telinga maupun pipi), bersin atau batuk berlebihan dan lain sebagainya, maka Ibu harus waspadai mengenai  gejala-gejala tersebut. Segeralah konsultasikan kepada dokter untuk penanganan lebih lanjut mengenai kemungkinan reaksi alergi.

4. Deteksi alergi anak secara medis

Ibu bisa melakukan pemeriksaan secara medis untuk mendeteksi kemungkinan alergi pada anak, antara lain :

  • Skin test

Tes yang dilakukan pada bagian kulit anak ini terbagi menjadi dua cara. Pertama adalah dengan cara meneteskan cairan mengandung allergen atau zat alergi pada kulit anak setelah terlebih dahulu dilakukan penusukan pada kulit. Kedua dengan cara menyuntikkan langsung allergen ke kulit si kecil. Jika terdapat bintik hingga benjolan merah seperti yang ditimbukan oleh gigitan nyamuk, maka hasil tes dinyatakan positif. Pada beberapa kejadian, skin test ini merupakan  cara yang paling mudah dan akurat untuk melakukan deteksi alergi anak.

  • Test darah

Jika tidak memungkinkan untuk melakukan deteksi alergi anak melalui skin test, Ibu bisa melakukan test darah pada anak. Parameter yang dilihat bagaimana sistem kekebalan tubuh anak lewat sampel darah yang diambil petugas. Biasanya petugas akan mengambil sampel darah lewat bagian punggung tangan. Untuh hasil, test darah sendiri memerlukan waktu yang lebih lama hingga berhari-hari dan juga membutuhkan dana yang lebih besar dari pada test kulit.

  • Uji tempel kulit

Deteksi alergi anak lewat test tempel kulit ini bertujuan untuk menentukan  penyebab alergi pada anak. Dokter akan meletakkan alergen dan menempelkannya pada tubuh si Kecil lalu dibungkus dengan verban. Jika terdapat ruam di daerah sulit setelah 48 hingga 96 jam, berarti hasil uji ini positif.

Nah, itu tadi beberapa test deteksi alergi anak yang bisa Ibu lakukan. Setelah mengetahui tentang ketiga test di atas, diharapkan agar Ibu lebih tanggap dengan  reaksi alergi yang mungkin saja terjadi pada anak.

Alergi pada dasarnya adalah reaksi paling umum yang terjadi pada manusia, tetapi penanganan alergi sedini mungkin diharapkan dapat mencegah dampak yang lebih fatal. Semoga bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*