Bepergian Menggunakan Pesawat Pada Masa Kehamilan

bepergian saat hamil
Image Source: go-dok.com

Ibu-ibu.net – Pada keseharian kita, tidak jarang kita lihat ibu hamil melakukan perjalanan jauh atau berpergian jauh. Baik menggunakan transportasi darat, air maupun udara. Yang sebaiknya diperhatikan ketika berpergian saat hamil adalah ketika ibu hamil menggunakan transportasi udara, yaitu pesawat. Dengan berada di ketinggian lebih dari 10.000 kaki, menyebabkan adanya perbedaan tekanan udara. Tidak hanya itu saja, ketika berada di udara dan terjadi sesuatu pada ibu hamil pertolongan pertama tidak mudah diberikan. Pasalnya pesawat berada di atas ketinggian dan tidak mungkin dapat segera mendarat karena lalu lintas penerbangan. Untuk itulah sebelum berpergian menggunakan pesawat, ibu hamil sebaiknya memikirkan baik-baik apa sajakah yang mungkin terjadi selama perjalanan dan apa sajakah yang sebaiknya disiapkan sebelum perjalanan.

Pastikan sebelum berpergian saat hamil, ibu telah mengkonsultasikan perjalanannya dengan dokter kandungan. Dokter akan mengecek dan memberitahu ibu bagaimana kondisi kandungan. Apakah aman bila berpergian menggunakan pesawat ataukah tidak. Beberapa saran yang mungkin diberikan dokter pada Ibu yang berpergian saat hamil antara lain, yaitu :

  1. Menghindari bepergian jauh menggunakan pesawat pada kehamilan ganda atau kehamilan bayi kembar.
  2. Menghindari penggunaan pesawat ketika berpergian saat hamil apabila sudah berada pada usia kandungan di atas 30 minggu.
  3. Memastikan kepada maskapai penerbangan yang digunakan. Beberapa maskapai melarang ibu yang berpergian pada saat hamil. Yang ini merupakan bentuk profesionalitas maskapai yang diambil untuk mencegah risiko-risiko penerbangan yang terjadi pada penumpang terutama Ibu Hamil.

Apabila dengan sangat terpaksa ibu harus menggunakan pesawat ketika berpergian saat hamil, maka ibu hamil perlu memerhatikan beberapa hal pada saat penerbangan. Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih tempat duduk. Usahakan bagi ibu yang berpergian saat hamil agar memilih tempat duduk yang dekat dengan lorong/jalur jalan di pesawat. Hal ini dapat memudahkan ibu hamil ketika membutuhkan toilet sewaktu-waktu. Mengingat intensitas buang air kecil meningkat pada saat proses kehamilan. Kedua, selain posisi yang dekat dengan lorong/jalur jalan pada pesawat, hubungi maskapai penerbangan atau pilihlah sendiri untuk kursi. Berada di posisi duduk yang dekat dengan pintu keluar, akan memudahkan Ibu Hamil ketika sudah mendarat. Ibu Hamil dapat diprioritaskan untuk turun lebih dahulu dari pesawat agat tidak berdesak-desakan dengan penumpang lainnya. Ketiga, minumlah air putih lebih banyak pada saat penerbangan ketimbang mengonsumsi teh atau kopi. Dengan minum air putih, metabolisme dan sirkulasi tubuh dapat tetap stabil dan mengurangi risiko tegang pada janin ibu hamil. Selain itu, dapat pula ibu hamil bergerak sesekali. Misalnya melakukan gerakan kaki ringan ketika berada di tempat duduk/kursi pesawat untuk menghindari kram atau berjalan-jalan sesekali agar perut tidak kram atau kaku. Tidak lupa juga Ibu harus menyiapkan berbagai keperluan ketika berpergian saat hamil. Mulai dari makanan, snack maupun obat-obatan.

Berpergian saat hamil menggunakan pesawat sebenarnya aman-aman saja asalkan ibu hamil telah mengonsultasikan mengenai rencanya berpergiannya dengan dokter kandungan. Hal ini sangat penting mengingat kondisi kehamilan setiap orang berbeda-beda sehingga menyebabkan adanya penanganan atau keputusan berbeda yang harus diambil oleh dokter kandungan. Apabila memang kondisi ibu tidak memungkinkan untuk berpergian saat hamil menggunakan pesawat, Ibu Hamil sebaiknya memilih alternatif transportasi lain yang jauh lebih aman untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*