Biji-Bijian Latih Kreativitas Selama Puasa

bubur bayi 6 bulan
Sumber: Healthline

Ibu-ibu.net – Bunda, pernah tidak Bunda membuat bubur bayi 6 bulan dengan menggunakan kacang merah atau kacang hijau atau beras merah?Apakah si kecil suka? Kalau si kecil suka, berarti bunda sukses menarik perhatian si kecil dengan mengandalkan indera perasanya. Namun, biji-bijian yang selama ini kita pakai untuk bahan bubur, MPASI, maupun masakan lainnya, dapat dimanfaatkan untuk melatih kreativitas si kecil lho, Bun. Mau tau caranya? Yuk, simak penjelasan di bawah ini.

Selama ini, menjadikan biji-bijian sebagai salah satu bahan masakan merupakan hal yang biasa. Seringkali Bunda menggunakan biji kacang hijau, biji jagung, dan biji-bijian lainnya untuk dimasak atau dicampurkan ke dalam makanan. Misalnya, biji kacang hijau untuk membuat bubur bayi kacang hijau, biji kacang merah  untuk campuran utama dalam sup merah, ataupun biji jagung untuk campuran sup dan masker anak. Olahan-olahan tersebut tentunya menjadi opsi utama buat Bunda dalam mengolah biji-bijian. Terlebih lagi selama bulan puasa. Menu-menu takjil yang menyegarkan tentunya tidak akan terlepas dari bahan-bahan tersebut.

Sayangnya cara di atas merupakan cara klasik yang sudah lumrah dilakukan selama bulan puasa. Lebih daripada itu, olahan biji-bijian hanya terfokus sebatas pada takjil dan makanan berat saja. Pernahkah Bunda berpikir untuk melibatkan si kecil dan imajinasi serta kreasinya untuk mengolah biji-bijian ini?

Tidak ada salahnya untuk mengajak si kecil berkreasi dengan biji-bijian selama ngabuburit di bulan puasa. Bunda sering tentunya melihat kreasi-kreasi dari bebijian. Misalnya, kolase yang dibuat dari rangkaian biji-bijian yang ditempel hingga membentuk suatu gambar atau bentuk tertentu. Tapi, pernahkah Bunda secara langsung mempraktekkan hal ini kepada si kecil?

Membuat kolase bukan perkara yang sulit. Bunda cukup memilih biji-bijian ukuran besar, misalnya biji jagung, biji kacang merah, biji kacang tanah, dan lain-lainnya. Jangan lupa untuk mencuci dan mengeringkan biji terlebih dahulu ya, Bun. Tujuannya adalah agar si kecil terbebas dari kuman dan mencegah biji membubuk lebih cepat. Selanjutnya, Bunda hanya perlu menyiapkan kertas yang lebar. Bunda dapat menggunakan kertas gambar berukuran A4 kalau Bunda tidak punya bidang yang terlalu lebar. Selanjutnya, siapkan lem yang dapat merekatkan biji dengan kuat agar tidak mudah copot. Hindari lem kertas karena biasanya biji tidak akan menempel. Nah, kalau sudah, Bunda bisa mendampingi si kecil untuk membuat kolase yang dia suka. Bunda dapat mengajarinya untuk membuat bentuk bulat, bola, rumah, dan lain sebagainya. Usahakan si kecil dibiarkan untuk bermain dengan kreativitasnya sendiri dengan memilih biji mana yang ia suka. Jika perlu, sediakan juga cat untuk melukis biji yang sudah dirangkai.

Bagaimana, Bunda? Mudah, kan? Membuat kolase hanya merupakan salah satu pilihan yang bisa jadi alternatif bagi Bunda buat mengisi waktu ngabuburit. Selain itu, Bunda juga bisa mengajak si kecil untuk membuat aksesori dengan bebijian, misalnya: kalung, gelang, maupun bros yang dapat disematkan di kerudung nantinya. Satu hal yang perlu diperhatikan, keterampilan ini sangat cocok buat anak yang sudah bisa memegang hal-hal kecil. Dalam artian, jangan lakukan keterampilan ini kalau si kecil masih berusia di bawah 24 bulan. Alih-alih menjadikannya sebagai sumber kreasi buat si kecil, Bunda justru bisa membahayakan si kecil karena biji dapat tertelan, atau dimakan dengan mudah.

Banyak kegiatan yang dapat Bunda lakukan selama bulan Ramadan untuk mengisi waktu ngabuburit, salah satunya adalah dengan menggunakan bebijian yang biasanya bunda olah menjadi bubur takjil atau bubur bayi 6 bulan menjadi sumber kreasi buat si kecil. Hati-hati ya, Bun. Beberapa hal perlu diperhatikan sebelum benar-benar mempraktikan kreasi ini dengan si kecil untuk mengisi waktu luang. Selamat mencoba!

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*