Cara Mengobati Placenta Previa Pada Ibu Hamil

placenta previa
Sumber: Kompasiana

Placenta previa merupakan kondisi di mana placenta melekat pada bagian bawah rahim sedemikian rupa sehingga menutupi bukaan leher rahim. Kondisi ini lebih sering terjadi pada bulan-bulan awal kehamilan, jika seorang ibu hamil mengalami placenta previa, ibu dan janin akan memiliki risiko pendarahan berlebih jika kondisi ini terus berlangsung selama kehamilan.

Penyebab pasti placenta previa belum diketahui. Namun resiko terjadinya kondisi ini meningkat jika :

  1. Ibu mengalami placenta previa pada kehamilan sebelumnya.
  2. Ibu menjalani operasi caesar pada persalinan sebelumnya.
  3. Ibu menjalani kehamilan kedua dan seterusnya.
  4. Ibu hamil dengan usia di atas 35 tahun.
  5. Ibu yang merokok aktif.
  6. Bentuk rahim tidak normal.
  7. Ibu yang pernah melakukan operasi rahim. Khusus ibu yang pernah melakukan operasi rahim, seperti mengangkat fibroid uterus, memiliki risiko lebih besar untuk memiliki penyakit ini.
  8. Ada guratan di lapisan rahim.
  9. Mengandung bayi kembar, kembar tiga, atau kelipatannya.
  10. Kehamilan pada usia 35 tahun atau lebih.

Plasenta previa dapat diobati dengan beberapa cara, namun disesuaikan dengan faktor-faktor berikut ini:

1. Pendarahan vagina

Ibu bisa mengalami sedikit pendarahan atau bahkan berat. Namun, ada pula pendarahan yang tak bisa disembuhkan. Apabila ibu hanya mengalami sedikit pendarahan, biasanya dokter hanya menyuruh ibu untuk memperbanyak waktu beristirahat. Untuk pendarahan yang sudah tergolong berat, ibu perlu melakukan tranfusi darah untuk mengganti darah yang hilang dan mungkin dokter akan memberi kortikosteroid untuk mempercepat perkembangan paru-paru janin ibu. Sedangkan, apabila pendarahan tidak dapat diatasi, ibu harus melakukan operasi cesardan banyak kemungkinan bayi lahir prematur.

2. Umur kehamilan

3. Kesehatan

4. Posisi plasenta dan bayi

Secara umum terdapat 3 jenis perawatan atau persalinan Ibu dengan diagnosa placenta previa. Yaitu perawatan konservatif, persalinan pervaginam, dan persalinan perabdominal.

Perawatan Konservatif

Perawatan konservatif adalah perawatan yang bertujuan mempertahankan kehamilan sampai usia kehamilan maksimal. Syarat Perawatan konservatif adalah :

  1. Kehamilan belum cukup bulan
  2. Perdarahan sedikit (Hb masih normal)
  3. Tempat tinggal dekat dengan rumah sakit (perjalanan selama 15 menit).

Perawatan konservatif dilakukan dilakukan dengan cara :

  1. Mengistirahatkan Ibu
  2. Memberikan hematinik untuk mengatasi anemia
  3. Memberikan tokolitik untuk mengurangi kontraksi uterus
  4. Memberikan antibiotik bila ada indikasi infeksi
  5. Melakukan pemeriksaan USG
  6. Melakukan pemeriksaan darah

Apabila selama 3 hari tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap dan pasien dibolehkan pulang.

PersalinanPervaginam

Persalinan pervaginam adalah tindakan melahirkan janin dengan cara persalinan normal. Persalinan pervaginam dilakukan pada plasenta previa marginalis, plasenta previa letak rendah, plasenta previa lateralis dengan pembukaan 4 cm atau lebih. Syarat persalinan per vaginam adalah :

  1. Kehamilan sudah cukup bulan
  2. Perdarahan banyak
  3. Janin yang dikandung mati.

Persalinan Perabdominal

Persalinan perabdominal adalah tindakan melahirkan janin dengan cara operasi sesar. Indikasi operasi sesar pada plasenta previa dilakukan pada beberapa kondisi berikut:

  1. Plasenta previa totalis
  2. Plasenta previa lateralis dimana perbukaan masih kurang dari 4 cm
  3. Perdarahan yang banyak dan tanpa henti
  4. Presentasi janin yang tidak normal
  5. Ibu hamil dengan panggul sempit.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*