Keramik vs Vinyl: Yuk Hitung Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing

keramik-vs-vinyl

Kenyamanan sebuah hunian sangat ditentukan oleh banyak faktor, mulai dari warna cat dinding, ornamen, pencahayaan, sirkulasi udara, dan lain sebagainya. Sayangnya, yang sering diabaikan adalah lantai. Padahal, tampilan lantai sangat menentukan juga seberapa nyaman Anda di dalam ruangan. Anda harus memilih lantai apa yang tepat, apakah keramik lantai, granit, atau yang sedang tren sekarang ini vinyl flooring.

Para pecinta desain interior minimalis sering membandingkan antara keramik vs vinyl. Masing-masing tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, jika saat ini Anda juga tertuju pada dua bahan lantai tersebut, Anda sudah dalam track yang benar. Tinggal Anda membandingkan mana yang paling cocok untuk Anda pilih. Pilihan ini bukan berdasarkan harga saja melainkan juga kondisi tempat di mana Anda tinggal, luar ruangan, tampilan yang Anda inginkan, dan lain-lain.

Jadi, akan lebih bijak jika Anda tahan sebentar lalu cari tahu perbedaan antara keramik lantai dengan vinyl. Ini penting agar Anda tidak kecewa setelah membuat pilihan nanti karena Anda sudah memikirkan matang-matang sebelum menentukan pilihan.

Positif dan Negatif Lantai Vinyl

Sekarang ini, banyak orang yang memutuskan untuk melapisi lantai hunian dengan vinyl flooring. Apakah Anda tahu mengapa? Setidaknya ada dua alasan utama. Yang pertama, lantai rumah akan terlihat begitu mewah. Kebanyakan motif vinyl yang dipilih adalah kayu. Rumah yang memiliki lantai kayu yang bersih dan mengkilap terlihat sangat mewah, bukan? Sama seperti rumah zaman dahulu.

Hanya saja, vinyl ini bukan kayu. Sama sekali tidak ada bahan kayu di dalamnya. Hanya kesannya saja seolah lantai terbuat dari kayu. Karena bukan kayu, ini yang menjadi alasan yang kedua. Vinyl harganya murah. Bahkan, bisa dikatakan paling murah dibandingkan pelapis lainnya.

Ruangan dengan lantai vinyl juga terasa lebih hangat. Tidak seperti keramik yang menyerap udara dingin sehingga kaki terasa dingin saat menginjak keramik. Apalagi jika Anda memilih vinyl yang teksturnya sedikit lebih kasar. Bahan ini akan sangat menghangatkan kaki dan suasana di dalam rumah. Ini cocok untuk Anda yang tinggal di daerah dingin.

Sayangnya, bahan vinyl ini mudah rusak. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, vinyl ini hanya pelapis. Terlihat seperti kayu tapi tidak ada bahan kayu di dalamnya. Dan ketika satu lapisan vinyl rusak, Anda harus menggantinya secara keseluruhan. Pasalnya, pemasangan vinyl ini bisa sampai beberapa meter. Itu artinya, ketika ada satu centimeter saja yang rusak, maka Anda harus ganti satu lapisan vinyl yang mungkin sampai 1 atau bahkan lebih dari 2 meter tersebut.

Dan ketika Anda memutuskan menggunakan vinyl flooring, Anda harus ekstra hati-hati. Jika benda tajam yang jatuh ke lantai seperti pisau atau benda tumpul tapi keras seperti palu, vinyl bisa rusak. Bisa dikatakan salah satu kelemahan vinyl adalah kurang tahan lama.

Positif dan Negatif Lantai Keramik

Bahan untuk lantai yang satu ini memang sudah tidak asing lagi. Bahkan, bisa dikatakan ini bahan yang paling lazim digunakan. Meskipun demikian, bukan berarti ini tidak pilihan yang terbaik untuk hunian yang nyaman. Apalagi jika Anda tinggal di daerah yang panas. Memiliki rumah dengan lantai keramik sangat disarankan. Ruangan menjadi lebih dingin. AC yang Anda nyalakan akan diserap oleh lantai sehingga AC bisa mendinginkan ruangan secara optimal.

Lebih dari itu, keramik merupakan bahan yang begitu keras. Keramik tahan begitu lama. Asalkan tidak ada rongga di bawah keramik saat pemasangan, keramik tidak mudah pecah.

Sekarang ini, ada banyak sekali motif dan tekstur keramik. Anda bisa mendesain lantai dengan lebih atraktif dengan menerapkan beberapa motif keramik. Anda bisa diskusikan dengan desain interior saat memilih dan menerapkan keramik. Anda bisa cek katalog keramik lantai lalu tentukan keramik motif apa yang seharusnya Anda pilih.

Perawatan lantai keramik juga relatif mudah sekali. Apalagi jika Anda memilih keramik yang licin. Debu tidak mudah menempel. Jika setiap hari Anda sapu dan pel, lantai terlihat begitu bersih.

Satu hal yang menjadi kelemahan atau sisi negatif keramik lantai. Yaitu nat yang terlihat. Nat adalah garis penghubung antara satu keramik dengan keramik lainnya. Saat keramik dipasang, nat masih terlihat. Meskipun demikian, ini bisa diantisipasi dengan penggunaan semen yang warnanya sama dengan warna keramik.

Dibandingkan dengan vinyl, pemasangan keramik juga jauh lebih lama. Anda harus membeli bahan lain seperti semen dan pasir untuk pemasangan. Dari segi biaya pemasangan, keramik memang lebih mahal daripada vinyl. Vinyl flooring hanya perlu dilekatkan dengan lem khusus saja. Sementara itu, keramik harus ditempelkan dengan menggunakan semen yang dicampur dengan pasir. Anda membutuhkan tukang yang rajin dan andal dalam hal pemasangan keramik. Dan butuh waktu yang lama untuk memasang keramik. Semakin lama pemasangan, maka semakin besar biaya yang harus Anda siapkan untuk tukang, bukan?

Itulah perbedaan lantai keramik vs vinyl. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tinggal Anda sendiri mana yang akan Anda pilih. Atau bisa juga Anda padukan antara lantai vinyl dengan keramik. Keramik Anda jadikan sebagai bahan lantai utama. Sementara itu, vinyl sebagai variasinya.

Harga keramik dan vinyl juga bervariasi. Ini tergantung pada lebar dan juga bahan yang digunakan. Sebaiknya Anda memilih bahan yang terbaik. Ini jauh lebih direkomendasikan karena lantai rumah Anda bisa bertahan lama. Anda tidak perlu membongkar pasang lagi karena proses penggantian juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Image source: http://flooringbagus.com/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*