Memantau Perkembangan Balita di Usia 16 Bulan

Perkembang Balita

Ibu-ibu.net – Pada usia 16 bulan si kecil Bunda kini akan lebih sering disebut sebagai balita. Bila Ibu memantau perkembangan pada balita dengan cermat, setelah satu tahun pertumbuhan si kecil perlahan akan melambat terutama dari segi fisik. Tetapi Bunda tidak perlu sampai resah karena tinggi badan atau berat badan yang naiknya tidak signifikan. Di sisi lain, Bunda justru akan mendapati berbagai perkembangan lain yang terjadi pada usia setelah satu tahun, utamanya 16 bulan.

  • Pola tidur balita Bunda akan mengalami perubahan secara perlahan-lahan.

Jika awalnya si kecil suka bermain dan beraktivitas, kini waktu tidur siangnya bisa jadi lebih panjang daripada sebelumnya. Dalam beberapa kasus, hal ini terjadi karena balita melakukan proses adaptasi dengan aktivitas barunya. Dengan adanya perubahan pola tidur, Bunda tidak perlu mengubah pola tidur yang sudah ada sebelumnya. Tetap lakukan pola tidur itu sebagaimana mestinya. Meskipun si kecil tidak mau tidur karena asyik bermain, Bunda harus mengusahakan agar ia tetap tidur siang. Dengan tidur siang, si kecil akan mengumpulkan kembali energinya dan tidak terlalu kelelahan saat malam hari.

Bagaimana bila si kecil tidak mau tidur? Usahakan untuk terus membujuk si kecil agar mau tidur. Berilah ia beberapa mainan atau bacakanlah buku-buku cerita yang Bunda punya. Agak merepotkan memang, namun bila mengubah pola tidur, maka akan berdampak pada perkembangan bayi. Sejatinya, pola tidur yang berubah ini tidak perlu Bunda khawatirkan. Perubahan pola tidur akan terjadi secara perlahan-lahan dan tidak semua bayi mengalami perubahan ini.

  • Nafsu makan yang cenderung menurun.

Ini merupakan salah satu tanda dari perkembangan balita. Tidak semuanya mengalami penurunan nafsu makan. Namun, seringkali pada usia ini, balita memiliki berat badan yang cenderung tetap atau bahkan bila buruk maka akan menurun.

Beberapa hal menjadi penyebab nafsu makan yang menurun, antara lain balita mulai memilih makanan mana yang ia suka, peralihan tekstur makanan dan aktivitas yang semakin banyak. Balita pada usia ini sudah mampu mengenali makanan mana yang ia suka dan makanan mana yang ia tidak suka. Ia akan jadi pemilih dan kadang-kadang bisa membuat Bunda jengkel. Tetapi hal ini sebenarnya wajar. Justru ini melatih Bunda agar lebih kreatif dalam menyajikan makanan.

Kemudian, balita menjadi malas makan karena adanya perubahan tekstur makanan. Pada usia sebelum 16 bulan, balita masih sangat akrab dengan tekstur makanan yang lembut dan tidak perlu payah untuk mengunyahnya. Di sisi lain, tekstur makanan kasar membuat balita agak malas mengunyah. Selain itu, aktivitas yang semakin banyak menyebabkan balita terkadang lupa makan dan terlalu senang. Inilah yang kemudian menyebabkan nafsu makan bayi menurun dan berat badannya menurun. Meskipun demikian, dalam kasus lain di kehidupan nyata seringkali kita dapati ya, Bun, anak yang nafsu makannya tidak pernah menurun dan justru meningkat dengan meningkatnya intensitas aktivitas yang ia lakukan. Dengan melakukan berbagai cara, maka sebenarnya Bunda dapat mengurangi dampak buruk akan hal ini. Bunda dapat mencegah balita dalam penururnan nafsu makan.

  • Si kecil akan mulai mengingat kata-kata di dalam otaknya.

Dengan adanya masa ini, maka si kecil secara tidak langsung akan menjadi pengamat paling hebat. Ia akan mengamati kata-kata yang Bunda ucapkan, terlebih dengan bantuan gesture atau gerak tubuh yang Bunda berikan sebagai pendukung kata-kata Bunda. Jika memungkinkan, Bunda seharusnya menjadikan masa ini sebagai masa untuk mengajari bayi mengenai kata-kata. Bunda bisa mengulangi kata-kata yang sama beberapa kali, misalnya dalam cerita, atau Bunda bisa memberikan tambahan kata-kata baru setiap harinya. Dengan mengulang si kecil akan lebih mudah mengingat, tetapi dengan tambahan kata-kata si kecil akan memiliki kosakata yang luas.

Dalam kenyataan, beberapa balita akan cenderung jadi pendiam. Tidak terlalu banyak bicara dan hanya mengutarakan apa yang berada di dalam pikirannya melalui ekspresi. Ini tidak perlu dirisaukan. Balita memang sedang merekam banyak sekali kata-kata agar ia dapat mengerti bagaimana kata tersebut digunakan. Tidak heran bila pada usia 16 bulan, si kecil mulai sering mengikuti perkataan-perkataan Bunda. Ini karena ia berusaha memasukkan berbagai kata-kata ke dalam otaknya.

  • Si kecil akan mulai nyaman dalam interaksi sosial di masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, balita akan berusaha untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan berbagai bahasa yang ia pahami, balita berusaha membuat orang di sekitarnya mengerti. Balita bisa menggunakan ekspresi wajanya untuk berinteraksi dengan orang lain atau bahkan dengan gerakan-gerakan sederhana seperti lambaian tangan, pelukan dan ciuman kasih sayang. Jangan kaget ya, Bunda. Bila sewaktu-waktu si kecil Bunda sangat nyaman dalam menghadapi orang lain. Meskipun begitu, balita tetap menikmati menjadi dirinya sendiri. Dalam situasi apapun, selalu ada ciri-ciri tertentu yang menjadikan bayi memiliki rasa ‘egosentris’ yang kuat dan menonjol. Egosentris berarti ia ingin dirinya—ego—menjadi pusat perhatian—sentris—oleh lingkungan sekitarnya. Sampai nanti ia berusaha 72 bulan atau sekitar 6 tahun, egosentris ini akan melekat pada si kecil.

Selain hal-hal di atas, ada beberapa hal lain yang seharusnya sudah dapat dilakukan oleh balita berusia 16 bulan. Pada umumnya balita sudah dapat berjalan bahkan berlari, menggumam dengan tujuan mengucapkan kata-kata, munculnya rasa egosentris/menganggap dirinya adalah selalu benar, memanjat rak-rak tertentu dan menaiki anak tangga serta menari mengikuti irama. Kadang-kadang Bunda akan dikejutkan dengan tingkah balita yang di luar dugaan, namun jangan khawatir ini akan jadi sangat biasa.

Selalu pantau perkembangan si kecil ya, Bunda. Meskipun akan melelahkan dan menyita banyak waktu, masa-masa inilah yang menjadi tahap penting bagi Bunda.

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Perkembangan Bayi Pada Usia 10 Hingga 11 Bulan | BeritaCampur.com
  2. Lengkapi Menu Seimbang Balita Dengan Seafood | BeritaCampur.com
  3. Ini Bedanya Bayi Sering Gumoh Normal Dan Abnormal - TerusUpdate.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*