Penyebab Timbulnya Stretch Mark Pada Ibu Hamil

Stretch Mark Pada Ibu Hamil
Sumber: MomJunction

Ibu-ibu.net – Stretch mark adalah guratan yang sering tampak pada kulit bagian tubuh letak lemak terkonsentrasi, seperti di payudara, perut atas, lengan atas, pantat, dan paha. Guratan yang mulanya berwarna merah, merah muda, atau ungu ini lama kelamaan akan berubah menjadi warna putih atau kelabu, tergantung pada warna kulit ibu. Stretch mark pada ibu hamil lebih sering terjadi karena proses peregangan kulit selama hamil, kulit menjadi melar seiring bertambahnya berat badan.

Stretch mark terjadi karena peregangan  dan dikarenakan keelastisan kulit tidak dapat menyeimbangkan sehingga muncul seperti retak-retak di kulit yang biasanya akan disertai rasa gatal dan biasanya akan mulai terjadi pada usia kehamilan tujuh belas minggu.

Faktor genetik pun mempengaruhi timbulnya stretch mark. Jika sebelumnya ibu dari generasi sebelumnya mengalami stretch mark, maka besar kemungkinan ibu hamil generasi selanjutnya mengalami stretch mark. Ditambah lagi jika selama masa hamil, ibu tidak menjaga keelastisan kulit. Sebenarnya sudah ada kolagen pada kulit ibu yang akan sangat membantu untuk mengimbangi peregangan yang terjadi. Tetapi jika selama ibu hamil tidak menjaga asupan nutrisi, terutama jika pada saat hamil, ibu kurang mengonsumsi vitamin A, C, dan E.

Mitos yang berkembang di masyarakat selama ini adalah, selama masa kehamilan, ibu hamil dilarang untuk menggaruk bagian tubuh yang terasa gatal, karena nanti akan menimbulkan bekas parutan yang disebut stretch mark. Padahal rasa gatal di permukaan kulit  sendiri sudah merupakan gejala awal timbulnya stretch mark. Bukan sebaliknya, bahwa karena ibu menggaruk perut atau bagian lain selama masa hamil maka kemudian timbul stretch mark.

Ada beberapa cara alami yang dapat ibu lakukan untuk mencegah terjadinya stretch mark selama masa kehamilan. Seperti beberapa langkah mudah berikut ini :

  • Dengan rajin mengoleskan minyak zaitun, atau minyak biji bunga matahari juga pelembab non alergen yang aman untuk ibu hamil setelah mandi.
  • Rajin mengonsumsi makanan yang cukup mengandung vitamin A, C dan E agar kulit tetap segar.
  • Memenuhi kebutuhan protein selama hamil, terutama zat  albumin agar sumber kolagen dalam kulit terjaga.
  • Mencukupkan kebutuhan minum air putih setiap hari,agar kulit tetap terjaga kesegaran dan keelastisannya.

Namun jika ternyata selama masa kehamilan ibu hamil tidak melakukan beberapa cara alami di atas karena sesuatu hal atau karena kondisi tertentu, ibu tak perlu cemas ataupun khawatir. Karena stretch mark pada ibu hamil pun tetap bisa dilakukan setelah proses melahirkan. Berikut beberapa tips memudarkan stretch mark setelah melahirkan :

1. Mengoleskan lidah buaya

Caranya dengan mengupas lidah buaya kemudian dagingnya diusapkan atau dibalurkan pada bagian yang mengalami stretch mark, kemudian didiamkan beberapa saat, lalu kemudian dibilas menggunakan air bersih. Cukup lakukan dua atau tiga kali sehari.

2. Tomat

Sama seperti lidah buaya, tomat dilumatkan sampai halus kemudian dibalurkan pada bagian yang terdapat stretch mark, diamkan beberapa saat, lalu bilas dengan air bersih.

3. Minyak zaitun

Minyak zaitun penggunaannya sangat mudah, cukup dengan rajin mengoleskan pada tubuh sebagai pengganti lotion, atau sebelum tidur malam.

4. Gunakan susu dan putih telur

Selain untuk masker wajah, susu dan putih telur pun daoat memudarkan stretch mark jika dilakukan secara rutin. Caranya campurkan susu UHT bersama putih telur, kocok kemudian balurkan pada bagian tubuh yang ada stretch mark, lalu tunggu sekitar 20 atau 30 menit. Kemudian bilas hingga bersih.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*