Tidak Semua Kontraksi Adalah Tanda Persalinan

Kontraksi Tanda Persalinan
Sumber: huggies.co.za

Ketika memasuki 9 bulan waktu kandungan, rasa cemas, khawatir, gugup, takut, bahagia akan bercampuk aduk menjadi satu. Betapa tidak, waktu yang di nanti-nanti akan segera tiba. Kedatangan si buah hati sudah sangat dekat di depan mata. Sudahkah Ibu mempersiapkan segala sesuatunya untuk proses persalinan?

Saat sang bayi sudah diambang mata ingin segera melihat dunia, akan terjadi kontraksi-kontraksi yang akan menyakitkan. Ini memang menjadi pertanda bahwa bayi dalam kandungan Ibu sudah dekat dengan kelahirannya. Kontraksi persalinan sendiri terjadi karena adanya pengencangan pada rahim sehingga menimbulkan sakit di antara perut dan pinggang, namun kemudian rahim akan kembali santai lagi.

Tanda persalinan biasanya terjadi pada saat usia kandungan memasuki usia 37 minggu. Namun tidak menutup kemungkinan, tanda kontraksi terjadi sebelum waktu tersebut. Ini bisa menjadi indikasi bahwa bayi Ibu akan lahir prematur. Segera konsultasikan hal ini kepada dokter kandungan Ibu agar mendapat penanganan secepatnya.

Ada dua macam kontraksi yang akan terjadi pada Ibu yang sudah sangat mendekati waktu persalinan. Yakni kontraksi palsu dan kontraksi asli.

Kontraksi Palsu

Kontraksi palsu terjadi sebagai tanda bahwa tubuh Ibu sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi proses persalinan. Pengencangan rahim pada kontraksi ini, tidak bisa menjadi pertanda bahwa bayi Ibu akan segera keluar.

Pada tahap ini, kontraksi yang berlangsung tidak akan berkepanjangan. Biasanya lama kontraksi berkisar 30-120 detik saja. Akan terasa pengencangan otot di area bagian depan perut hingga ke daerah panggul Ibu. Jarak antara kontraksi yang satu dengan selanjutnya pun tidak beraturan.

Kontraksi seperti ini wajar dan tidak mengkhawatirkan. Namun jika saja Ibu merasa tidak nyaman dengan situasi ini, Ibu bisa mengatasinya dengan cara:

  • Memperbanyak istirahat agar tidak lelah selama kehamilan
  • Mandilah dengan air hangat untuk mengurangi ketegangan otot yang terjadi
  • Memijatnya secara perlahan
  • Bergeraklah untuk mengurangi pengencangan yang terjadi
  • Berjalan-jalan juga akan membantu, namun jangan sampai membuat Ibu terlalu lelah

Kontraksi Asli

Kontraksi asli ditandai dengan pengencangan bagian atas rahim. Ini membantu bayi agar terdorong menuju ke jalur lahir yang tepat. Akan ada rasa sakit yang timbul dari perut ke punggung atau sebaliknya.

Tanda kontraksi ini seperti memiliki efek kontraksi yang bergelombang dan teratur. Dimulai dari sakit biasa seperti kram saat menstruasi, sampai Ibu akan menderita efek yang luar biasa sakitnya. Biasanya kontraksi ini akan berlangsung selam 30-70 detik.

Selain itu juga, pada tanda kontraksi ini, rahim akan mengeluarkan hormon oksitosin yang dapat merangsang rahim untuk terus berkontraksi. Semakin dekat waktu persalinan, kontraksi persalinan ini akan membuat dinding serviks menipis dan mulut rahim membuka.

Kontraksi asli menjadi pertanda bahwa persalinan sudah di depan mata. Ibu teruslah bergerak atau berjalan-jalan kecil. Ini akan membantu Ibu untuk mempercepat dan memperlancar jalannya proses melahirkan yang sudah sangat dekat. Jangan lupa, carilah posisi yang nyaman buat Ibu untuk melakukan persalinan si buah hati Ibu.

Berusahalah selalu untuk selalu rileks dan tenang walaupun Ibu sedang menghadapi rasa kesakitan akibat kontraksi persalinan. Meskipun Ibu sedang menanggung kecemasan dan kegundahan yang menggunung, karena proses persalinan ini juga melibatkan perjuangan hidup dan mati, namun ketegangan tidak akan membantu Ibu sama sekali untuk menyambut lahirnya buah hati Ibu. Berusalah berfikir postif dan membahagiakan hati dengan berfikir, buah cinta Ibu yang sudah lama di nanti akan segera berada di gendongan Ibu dan menjadi penceria bagi hidup Ibu dan Ayah kelak.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*