Tips Mengatasi Bintik Merah pada Bayi

bintik merah pada bayi
Sumber: Pixabay

Ibu-ibu.net – Terdapat beberapa jenis masalah kulit yang umum menimpa bayi. Salah satu masalah pada kulit bayi yang kerap kali membuat orang tua terutama para Ibu muda khawatir yaitu munculnya bintik merah. Bintik merah tersebut dapat membuat bayi merasa tidak nyaman karena umumnya bintik merah dapat menimbulkan rasa gatal yang tidak tertahankan. Berbeda dengan kondisi kulit orang dewasa yang tebal, kulit bayi yang masih relatif tipis dan sensitif lebih rentan terhadap alergi, iritasi dan infeksi. Hal ini dikarenakan secara struktural kelenjar minyak pada kulit bayi masih belum berkembang secara sempurna.

Penyebab munculnya bintik merah pada kulit bayi bisa dipicu karena berbagai faktor penyebab dari yang ringan hingga berat. Berikut adalah beberapa penyebab bintik merah pada bayi serta cara mengatasinya.

1. Faktor keturunan

Penyebab:
Penyakit alergi hanya mengenai anak yang memiliki bakat alergi disebut atopik. Apabila Anda dan pasangan memiliki riwayat alergi, maka resiko si kecil menderita alergi sebesar 40-60 %. Tetapi jika hanya salah satu orang tua saja yang memiliki alergi, kemungkinannya anak Anda memiliki bakat alergi kecil yakni sebesar 25-40 %. Jika tidak ada riwayat alergi di keluarga, bayi Anda tetap memiliki resiko terkena alergi sebesar 5-15 %.

Bintik-bintik merah pada tubuh bayi akibat faktor keturunan dapat disebabkan karena bayi alergi terhadap jenis makanan tertentu, alergi terhadap debu, tungau, alergi terhadap bahan-bahan tertentu dalam produk perawatan bayi, dan lain sebagainya.

Cara mengatasi:
Cara paling efektif untuk mengatasi alergi adalah dengan menjauhkan anak dari sumber pencetus alergi (alergen). Bila anak alergi terhadap debu, tungau, maka sebaiknya, hindari bayi untuk terpapar zat-zat yang bisa menyebabkannya alergi tersebut. Bila bayi alergi terhadap bahan-bahan tertentu dalam produk perawatan bayi, sebaiknya segera hentikan penggunaannya, dan ganti dengan produk perawatan lainnya yang bahannya lebih lembut dan aman bagi kulit bayi. Bila bayi alergi terhadap makanan tertentu, misalnya alergi terhadap susu sapi, orangtua perlu jeli untuk mengetahui makanan apa yang dikonsumsi oleh buah hati Anda. Apabila Ibu masih memberikan ASI kepada buah hati, ada baiknya untuk mengingat kembali makanan yang Ibu makan untuk diketahui makanan atau minuman pencetus alerginya, karena kemungkinan alergi bisa juga didapat melalui makanan yang Ibu makan dan masuk ke tubuh bayi lewat ASI.

Pemberian obat-obatan biasanya tidak terlalu dianjurkan, karena bayi dianggap masih terlalu kecil. Selain itu, masih banyak cara penanganan lain yang lebih baik dan aman untuk dilakukan.

Untuk pengobatan oles pada kulit misalnya dengan pemberian krim biasanya yang mengandung steroid rendah, tapi hal ini harus sesuai dengan anjuran dokter. Berbeda dengan penyakit, alergi tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan. Alergi hanya akan hilang bila sumber pencetusnya disingkirkan atau dijauhi.

2. Biang keringat

Penyebab:
Bintik-bintik merah karena biang keringat atau keringat buntet pada wajah dan tubuh bayi bisa terjadi karena adanya sumbatan pada pori-pori kulit bayi yang disebabkan sistem untuk mengatur suhu tubuhnya belum berkembang secara sempurna. Hal ini mengakibatkan pengeluaran keringat yang tidak lancar pada bayi.

Cara mengatasi:
Usahakan agar bayi tidak memakai baju yang berlapis-lapis dan pilih pakaian dari bahan yang menyerap keringat seperti bahan katun. Gunakan yang nyaman dipakai dan tidak terlalu sempit untuk mengurangi panas. Bersihkan wajah dan tubuh bayi dari keringat dengan cara menyekanya dengan lap basah dan mengeringkannya dengan handuk bayi yang lembut. Pastikan kamar bayi Anda bersih dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Jika perlu, pilih deterjen yang tidak keras untuk mencuci pakaian bayi dan usahakan agar pakaian bayi benar-benar bersih dari deterjen ketika membilasnya. Sebaiknya hindari pemberian pemutih, pewangi dan pelicin pakaian yang berlebihan.

3. Terlambat mengganti popok ketika bayi buang air besar

Penyebab:
Tinja bayi bersifat lebih asam daripada air seni bayi. Bakteri dan amonia pada tinja serta air seni bayi dapat menghasilkan zat yang bisa melukai dan membuat iritasi, sehingga menimbulkan bintik-bintik atau kemerahan pada kulit bayi.

Cara mengatasi:
Segera ganti popok bayi ketika basah dan selesai buang air besar. Berikan krim anti ruam popok yang mengandung zinc atau gunakan baby oil untuk melindungi kulit agar air seni tidak mudah meresap ke dalam kulit. Bagian yang biasa tertutup oleh popok sebaiknya diangin-anginkan agar kulit cukup kering atau tidak terlalu lembab.

4. Eksim bayi

Penyebab:
Dikenal juga dengan nama eksim susu, tapi bukan berarti eksim ini timbul karena AS. Sisa ASI, susu formula, makanan bayi yang dikonsumsi, atau air liur apabila dibiarkan menempel di kulit bayi, dan tidak segera dibersihkan maka berpeluang menghasilkan reaksi yang dapat menyebabkan timbulnya iritasi kulit.

Cara mengatasi:
Jika Anda mengetahui dengan persis bahwa bayi Anda memiliki bakat alergi, sebaiknya segera jauhkan dari bahan pemicunya (alergennya). Misalnya segera bersihkan wajah bayi sehabis kontak dengan ASI atau susu formula. Rajinlah mengganti baju bayi jika ia sering mengeluarkan air liur dari mulutnya yang terkadang membuat bajunya sampai basah.

Apabila kondisi kulit bayi Anda semakin parah dan Anda tidak dapat menemukan penyebabnya, berkonsultasilah dengan dokter anak untuk menemukan sumber dari bintik merah pada bayi Anda.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*