Tips Mudah Mengatur Jadwal Makan Bayi

Jadwal Makan Bayi
Source: pixabay.com

Ketika si Kecil memasuki usia 6 bulan, tentu Ibu mulai mencari informasi tentang MPASI. Terutama untuk Ibu yang baru memiliki anak pertama. Bagaimana cara mengatur jadwal makan bayi agar kebutuhan gizinya terpenuhi?

Agar kebutuhan gizi terpenuhi, orangtua perlu memerhatikan waktu pemberian, frekuensi, porsi atau jumlah, jenis atau pemilihan bahan makanan dan sebagainya. Tentunya pemberian MPASI dilakukan secara bertahap, sesuai dengan tingkat usia bayi. Dimulai dari makanan berstektur lunak (seperti bubur susu, lalu bubur saring), lembek (bubur biasa, lalu nasi tim), hingga padat (nasi biasa/makanan keluarga).

Perkenalkan dahulu makanan dengan 1 bahan tunggal selama 3-5 hari berturut-turut. Alasannya, supaya dapat melihat adanya gejala alergi. Misalnya, pada 3 hari pertama, berikanlah bubur nasi. Bubur boleh ditambahkan susu (ASI atau susu formula yang biasa ia minum) dan kekentalannya ditingkatkan.

Berikut adalah tips mengatur jadwal makan si Kecil.

Usia 6-7 bulan

Berikan ASI sesuai jadwal biasanya atau sesuai permintaan bayi. Bubur 1 kali pada beberapa hari pertama, 2 kali pada minggu berikutnya, dan dapat ditingkatkan menjadi 3 kali. Untuk tahap awal, bayi diberikan makanan lunak dan cair seperti bubur susu dan biskuit. Bubur susu dapat dibuat dari tepung beras yang dicampur dengan ASI. Selingi dengan tepung beras merah, kacang hijau, atau labu kuning. Berikan dalam jumlah sedikit, lalu secara bertahap kentalkan dan tambah jumlahnya. Kemudian Anda bisa membuat bubur dasar dari bahan beras. Secara bertahap, tambahkan bahan makanan lain misalnya kaldu daging/ayam, kuning telur, wortel parut, puree sayuran, dll ke dalamnya. Untuk tahap awal, berikan 2 sendok makan sekali makan untuk 2-3 kali sehari. Selanjutnya tingkatkan jumlahnya sampai setidaknya 7 sendok makan. Beri juga puree buah atau/dan snack berupa biskuit bayi yang dilumatkan di dalam susu 1 kali dalam sehari.

Usia 8-9 bulan

Saat ini pencernaan bayi sudah lebih kuat dan bisa dikenalkan dengan makanan yang lebih padat. Pada tahap usia ini dapat diberikan bubur dengan jumlah pemberian minimal 8 sendok makan untuk sekali makan. Kenalkan makanan selingan seperti bubur kacang hijau, pudding dari susu, dan buah atau biskuit dan lainnya.

Berikan ASI sesuai permintaan bayi. Beri juga bubur kental/nasi tim lunak 3 kali dalam sehari. Sama seperti pada saat berusia 6 bulan, bubur nasi tim ditambahkan berbagai bahan makanan lain  yang sudah diperkenalkan, sehingga si bayi mendapat nutrisi yang lengkap. Cobalah menambahkan ayam cincang ke dalam menunya, sehingga protein dan zat besi tidak hanya didapatkan dari kaldu saja. Beri buah dan/atau snack berupa biskuit bayi 2 kali. Buah tidak selalu harus berupa puree. Beberapa buah yang lunak seperti pepaya dan alpukat bisa diberikan dalam bentuk potongan kecil menggunakan sendok.

Secara bertahap tambahkan juga kandungan gizi dalam bubur dengan zat lemak seperti santan, margarin, atau minyak kelapa. Lemak dapat menambah kalori makanan, juga memberi rasa gurih dan mempertinggi penyerapan vitamin A serta zat gizi lain yang larut dalam lemak. Variasikan bahan makanan secara bergantian sehingga si kecil terhindar dari masalah susah makan seperti hanya mau makan dengan menu tertentu atau pilih-pilih makanan.

Usia 10-12 bulan

Tetap beri ASI sesuai sesuai permintaan bayi dan nasi / nasi tim lunak 2 kali (makan siang dan makan malam). Selain itu beri juga finger food (makanan yang kecil-kecil potongannya sehingga dapat diambil sendiri oleh bayi) misalnya potongan buah, sayuran, roti, kentang, dll  2 kali sebagai snack dan sarapan.

Si kecil kini mampu mencerna makanan semi padat berupa nasi tim. Kenalkan pada makanan keluarga secara bertahap. Bentuk dan kepadatan nasi tim diatur secara berangsur mendekati makanan keluarga. Nasi tim dibuat dari beras dan dilengkapi protein hewani dan nabati: ikan, hati ayam, ceker ayam, tempe, tahu, telur, daging ayam dan sapi, serta sayur-sayuran. Tambahkan bumbu alami dalam nasi tim, misalnya ikan ditumis dengan bawang putih dan mentega, sayur sup dimasak dengan bawang merah, bawang putih, dan daun bawang.

Campurkan ke dalam makanan lembek lauk pauk dan sayuran secara bergantian.Lauk pauk sebaiknya diolah terpisah. Karena bila dicampur, lalu dihangatkan berulang-ulang, maka gizinya akan berkurang. Berikan makanan selingan bergizi seperti bubur kacang hijau, biskuit, atau buah-buahan seperti pisang, jeruk dan pepaya. Jadi ketika menyusun jadwal makan bayi, perkenalkan juga dengan beraneka ragam makanan. Pengenalan berbagai bahan makanan sejak dini akan berpengaruh baik terhadap kebiasaan makan yang sehat di kemudian hari.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*